Video yang Menyebutkan Bahwa Ledakan Bom Terjadi di gereja di Duren Swait Ternyata Hoax

oleh

Iniberita.news – Terdapat Video yang menyatakan bahwa terjadi ledakan bom di Gereja Duren Sawit, Pada video tersebut terdapat tiga perempuan yang terdiri dari satu dewasa dan dua lagi masih anak-anak tengah berjalan ke parkiran motor dan setelahnya terjadilah ledakan, pada video tersebut juga terlihat ada seorang satpam yang mencoba menghentikan ketiga wanita tersebut.

Namun  Polisi memastikan video dan informasi yang menyertainya yang mengatakan bom terjadi di Gereja Duren Sawit hoax.

Keterangan yang menyertai video itu menyebutkan peristiwa tersebut terjadi di salah satu gereja yang ada di Duren Sawit. Polisi memastikan informasi tersebut hoax. Diduga video itu merupakan salah satu serangan di Surabaya pada Minggu (13/5) kemarin.

“Setiap mendapatkan informasi, tolong dikonfirmasi, kalau Jakarta Polda Metro atau Mabes Polri, kalau daerah Polri. Kalau ada berita tidak jelas, tidak logis, tolong. Kayak tadi di Duren Sawit hoax itu, kemudian Samsat, Samsat mana tidak jelas,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto dalam konferensi pers di Mabes Polri, Senin (14/5/2018).

Kabar itu beredar pagi tadi. Polisi langsung merespons.

Baca juga:

Muhammadiah dan Persis Tentukan Hari yang Sama Soal Pembukaan Puasa 2018

Kementrian Agama Pantau Hilal di 95 Titik Untuk Tetapkan Jadwal Puasa 2018

Bukan Soal Agama yang Membuat Tiga Keluarga Ini Nekad lakukan Bom Bunuh Diri di Surabaya

Ternyata Daun Kelor Menyimpan Banyak Sekali Manfaat, Yuk Intip

Tim Gegana melakukan sterilisasi di Gereja Santa Anna di Jalan Laut Arafuru Blok A7 No 7, Duren Sawit, Jakarta Timur, untuk memastikan informasi soal adanya ancaman bom di lokasi. Berdasarkan hasil penyisiran, lokasi tersebut dipastikan aman.

“Untuk rekan-rekan baru saja Tim Jibom selesai sisir sampai tuntas. Nihil benda atau barang mencurigakan alias hoax kabar bohong,” kata Kapolres Jakarta Timur Kombes Yoyon Tonny S Putra

Penyisiran selesai dilakukan sekitar pukul 10.30 WIB. Setelah melakukan penyisiran di setiap sudut gereja, Tim Gegana dan polisi meninggalkan lokasi.

Penyisiran dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Jaktim AKBP Sapta Maulana dan Kapolsek Duren Sawit Kompol Tumpak Halomoan Simatupang. Tumpak mengatakan, sebelumnya, sekitar pukul 08.00 WIB, pihaknya mendapatkan panggilan telepon dari pihak gereja.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *