Tujuh Tahun Tunggu Kematian, Pria Ini Kaget Saat Ketahui Kebenarannya!

oleh

Tujuh Tahun Tunggu Kematian, Pria Ini Kaget Saat Ketahui Kebenarannya!

IniBerita.News – Siapapun akan merasa hidupnya hancur saat didiagnosa menderita penyakit serius. Apalagi penyakit HIV AIDS yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan hingga kini belum ditemukan obatnya. Hal ini juga yang dirasakan oleh Zhong Xiaowei, seorang pria asal China, saat ia didiagnosa menderita HIV. Pada 2008, Zhong resmi divonis menderita penyakit menakutkan tersebut. Setelah divonis HIV, ia memutuskan untuk menghentikan hidup dan menjalani hari-harinya sendirian di rumah saja hingga ajalnya tiba. Namun, tujuh tahun kemudian barulah ia mengetahui kebenaran dari vonis penyakit yang awalnya ia pikir menimpa dirinya itu.

Divonis HIV, Pemuda Ini Hentikan Hidup Selama 7 Tahun

Zhong menjalani hidup yang keras sedari kecil. Ia lahir pada 1963 sebagai anak keempat dari total lima bersaudara. Di usia tujuh tahun, Zhong menjadi anak yatim setelah ayahnya meninggal akibat kanker paru-paru. Ibunya bekerja keras demi menghidupi Zhong dan keempat saudaranya di perusahaan bus. Zhong juta turut berhenti sekolah serta bekerja sebagai pelayan restoran. Masa remajanya dihabiskan dengan mengerjakan aneka hal di mana ia mendapat bayaran kecil. Ia juga kerap berkelahi serta berurusan dengan polisi. Pada 1996, ia mulai merasa bosan dan mencoba heroin. Sepuluh tahun lalu, Zhong yang mulai lelah dengan hidupnya, berniat berhenti memakai heroin, mendirikan restoran lalu menikahi pacarnya yang juga adalah mantan pecandu heroin.

Baca Juga : Ternyata Begini Budaya Cari Jodoh di Jepang

Sebelum menikah, Zhong dan kekasih sepakat melakukan cek medis. Hasil tes yang keluar pada 2008 di Chengdu CDC menyatakan bahwa sample darah Zhong positif HIV. Zhong kemudian melakukan tes lagi di Sichuan CDC dan hasilnya pun tetap positif. Dilansir Shanghaiist, Zhong menerima kabar buruk itu tanpa bertanya lebih jauh lagi. Ia yakin bahwa hasil itu adalah akibat dari tahun-tahun yang dihabiskannya untuk mengonsumsi heroin. Pasca kabar buruk tersebut, sang kekasih meninggalkannya, pernikahan mereka batal dan keluarga Zhong huga memutuskan hubungan dengannya. Diperlakukan seperti demikian membuat Zhong memilih untuk menunggu kematian dan berhenti melanjutkan hidupnya.

Baca Juga : Selamat, Raditya Dika-Anissa Aziza Resmi Tunangan!

Zhong menghabiskan hari-harinya dalam apartemen kecil yang ditinggalinya. Ia selalu menutup gorden apartemen, menolak pengobatan serta berharap nyawanya dapat segera diambil. Ia juga mengakui bahwa dirinya sebenarnya takut mati, sehingga memilih untuk tidur di sofa. Zhong juga sempat berniat untuk melakukan bunuh diri, akan tetapi ia tak sanggup saat membayangkan wajah sang ibu. Tujuh tahun menyia-nyiakan hidupnya, akhirnya pada 2015 Zhong mendapat titik terang. Kala itu ia tengah duduk di ruang tunggu rumah sakit dan membaca beberapa artikel seputar gejala HIV. Saat itulah ia sadar bahwa tak satupun gejala tersebut yang dialami olehnya.

Baca Juga : Padahal Bukan Artis, Tapi Kematian 8 Orang Ini Jadi Viral di Tahun 2017

Zhong kemudian kembali melakukan tes di RS Huaxi, Universitas Sichuan. Hasilnya ternyata ia negatif HIV. Bulan berikutnya, ia kembali melakukan tes, kali ini di distrik Jinniu. Hasilnya tetap negatif. Zhong sama sekali tidak menderita virus mematikan tersebut. Pejabat rumah sakit kemudian menguji ulang sampel darah Zhong pada tahun 2008 dan hasilnya positif. Penjelasan masuk akal dari masalah ini adalah sampel darah tahun 2008 bukanlah darah Zhong. Zhong lalu menuduh CDC telah sengaja mencampur darahnya dan juga menghancurkan hidupnya. Ia juga berencana akan menuntut CDC Chengdu serta CDC Sichuan agar keduanya meminta maaf serta memberi kompensasi atas semua rasa sakit yang ia rasakan selama tujuh tahun ini saat ia memutuskan untuk menyia-nyiakan hidupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *