Ternyata Begini Perubahan pada Tubuh Manusia Sebelum Datangnya Kematian

oleh

Ternyata Begini Perubahan pada Tubuh Manusia Sebelum Datangnya Kematian

IniBerita.News – Kematian merupakan satu hal yang banyak ditakuti namun pasti terjadi pada semua manusia. Kematian bisa disebabkan banyak hal mulai dari kecelakaan, sakit atau bahkan tanpa penyebab yang pasti. Orang yang mengalami kematian yang terjadi secara mendadak mungkin tidak memperlihatkan tanda-tanda ataupun perubahan fisik dan perilaku sebelum kematiannya. Akan tetapi, orang yang menderita penyakit kronis biasanya akan mengalami beberapa perubahan pada tubuhnya baik secara fisik ataupun psikologis yang pada akhirnya berujung pada datangnya ajal. Perubahan ini terjadi karena adanya penurunan fungsi organ-organ tubuh karena penyakit tertentu.

Baca Juga : Hakim: Apakah Saudara Mendengarkan Saya? Setya Novanto Hanya Membisu

Secara psikologis, apabila seseorang sudah mengetahui bahwa dirinya mengidap penyakit tertentu yang berisiko pada kematian, umumnya membuat orang tersebut menarik diri dan memilih untuk banyak menghabiskan waktu bersama dengan keluarga dan orang terdekat. Menjelang kematian biasanya orang cenderung lebih pendiam karena banyak hal yang dipikirkan dan bisa pula karena kondisi fisik yang menurun membuat tubuh mudah lelah dan tidak berenergi. Selain itu, ada pula perubahan secara fisik yang terjadi pada manusia jika sudah mendekati ajal seperti nafsu makan yang menurun, berkurangnya kemampuan tubuh untuk bergerak secara normal hingga pada akhirnya jantung berhenti memompa darah yang berakibat pada putusnya aktivitas listrik pada otak manusia. Lebih lengkapnya akan kita bahas satu persatu:

  1. Nafsu Makan Menurun Drastis

Orang yang dalam kondisi sakit biasanya tidakdapat menikmati makanan seenak apapun seperti hal nya orang sehat. Hal ini bisa disebabkan gangguan yang terjadi pada tubuh, seperti indera perasa, gangguan di usus ataupun lambung. Gangguan pada indera perasa menyebabkan aroma dan rasa makanan tidak dapat dirasakan dan tidak dapat menggugah selera makan orang yang sakit. Sementara itu, gangguan pada lambung ataupun usus bisa menyebabkan rasa mual hingga muntah yang membuat makanan susah masuk ke dalam tubuh. Kondisi psikologis penderita penyakit kronis yang rentan stres juga dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan.

  1. Berkurangnya kemampuan tubuh untuk bergerak secara normal

Orang yang sedang dalam kondisi sakit apalagi mengidap penyakit yang cukup parah umumnya tidak dapat bergerak dan beraktivitas dengan lincah seperti biasanya. Banyak faktor yang menyababkan gerakan tubuh melemah pada penderita penyakit apalagi yang sudah mendekati kematian. Kurangnya asupan gizi pada tubuh karena nafsu makan yang berkurang bisa menjadi salah satu faktor kurangnya energi. Selain itu, konsumsi obat-obatan tertentu seperti analgesik bisa memperlambat kerja saraf yang membuat gerakan tubuh juga semakin lambat. Orang yang dalam keadaan sekarat juga bisa mengalami gangguan pernapasan akibat adanya dahak yang tidak dapat ditelan. Hal ini yang membuat orang yang sedang sekarat terlihat seperti sesak napas dengan nafas terdengar lebih keras.

  1. Detak Jantung Berhenti dan Aktivitas Listrik di Otak Terputus

Hal inilah yang terakhir terjadi pada tubuh manusia sebelum ruh pergi meninggalkan jasad. Menurut Dr. Nina O’Connor dari University of Pennsylvania Health System, kematian dapat dibedakan menjadi kematian otak dan kematian jantung. Berhentinya aktivitas jantung dapat disebabkan terhambatnya aliran darah ke jantung yang membuat jantung berhenti memompa darah. Sementara itu, kematian otak atau bisa disebut juga sebagai kondisi koma adalah berhentinya seluruh kemampuan otak dalam melaksanakan semua fungsi organ tubuh. Tubuh yang masih hidup dengan otak yang sudah mati hanya dapat bertahan dengan bantuan alat-alat dari luar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *