Tashirojima, Pulau di Jepang yang ‘Dikuasai’ Ratusan Kucing

oleh
IniBerita.News – Bagi kamu pencinta kucing atau ailurophile, Jepang menyuguhkan destinasi yang sempurna untukmu. Sebuah pulau yang luasnya tak lebih dari 314 hektar itu dihuni oleh ratusan kucing. Jumlahnya bahkan lebih banyak daripada populasi manusia di sana. Pulau itu bernama Tashirojima atau populer disebut Pulau Kucing.
Dalam lima dekade terakhir, jumlah penduduk Tashirojima terus menyusut. Berawal dari 1000 jiwa menjadi kurang dari 100 jiwa, karena kekacauan yang disebabkan Perang Dunia II. Seiring berkurangnya populasi manusia di pulau di Prefecture Miyagi itu, populasi kucing malah meningkat.
Suburnya perkembangbiakan kucing di Tashirojima bukan tanpa alasan. Warga Jepang telah menganggap kucing sebagai pembawa keberuntungan. Oleh karena itu, mereka memperlakukan kucing dengan sangat baik, terutama di Tashirojima. Tak hanya diberi makan cukup, anjing bahkan dilarang masuk ke pulau itu demi menjaga kenyamanan para kucing.
Kucing juga menjadi bagian dari sejarah Pulau Kucing. Dilansir Slate, pada pertengahan abad ke-18 hingga 19, penduduk Tashirojima kebanyakan mengembangbiakan ulat sutra untuk tekstil. Warga setempat kemudian mendatangkan beberapa kucing dari pulau lain untuk mengusir tikus yang mengincar ulat mereka.
Kebutuhan pangan para kucing di Tashirojima juga selalu terpenuhi. Sebab, para nelayan di sana selalu membagi hasil pancingnya untuk para kucing yang telah menunggu di dermaga-dermaga. Ikan-ikan segar pasti menjadi santapan lezat bagi semua kucing.
Tak heran jika penduduk pulau itu begitu sabar mengurus ratusan kucing. Mayoritas warga Tashirojima berusia senja, yakni 50-60an tahun yang menghabiskan hari tuanya. Menurut Japan-Guide, perbandingan jumlah manusia dan kucing di sana mencapai satu banding empat. Wow!
Barangkali kepercayaan mereka bahwa kucing membawa keberuntungan ada benarnya. Sebab, dominasi kucing di pulau itu turut menarik perhatian turis domestik maupun mancanegara untuk berkunjung. Untuk mencapai Tashirojima, wisatawan hanya perlu naik kapal fery selama satu jam dari Pulau Ishinomaki.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *