Siswi 14 Tahun Bunuh Diri Setelah Dituduh Curi iPhone Gurunya, Saat HP Ditemukan, Ini yang Terjadi

oleh

IniBerita.News – Seorang anak perempuan berusia 14 meninggal dunia karena bunuh diri, Kamis (1/2/2018).

Anak asal Malaysia bernama Vasanthapiriya Muniandy ini menggantung diri di rumahnya setelah dituduh mencuri iPhone 6 milik gurunya, Rabu (24/1/2018).

Ia juga dilecehkan oleh gurunya dan diancam akan dilaporkan ke polisi jika tak mengakui pencurian tersebut.

Baca Juga : Anaknya Meninggal setelah Diperkosa dan Dibakar Hidup-hidup, Orang Tua Dapat Ganti Rugi Rp2 Triliun

Setelah dituduh mencuri, Vasanthapiriya diantarkan pulang oleh gurunya.

Lalu mereka menceritakan adanya pencurian yang terjadi di sekolah kepada orang tua Vasanthapiriya.

Guru Vasanthapiriya menjelaskan, adanya sebuah rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang gadis mengambil telepon genggam.

Vasanthapiriya dituding secara sepihak sebagai sosok yang ada di balik video tersebut.

Padahal, belum teridentifikasi siapa sebenarnya gadis dalam video rekaman tersebut.

“Mereka mengatakan bahwa pencurian tersebut terekam di CCTV namun mereka tidak dapat memastikan apakah gadis dalam rekaman itu adalah anak perempuan saya. Dan putriku menyangkal pencurian tersebut saat aku bertanya kepadanya,” ujar ayah Vasanthapiriya sebagaimana dikutip dari World of Buzz.

Karena rasa malu dan tertekan, Vasanthapiriya kemudian menuliskan catatan bunuh diri dan meminta maaf kepada orangtuanya.

Vasanthapiriya juga kembali mengungkapkan jika dirinya bukanlah pencuri telepon genggam tersebut.

“Tidak ada yang bertanggung jawab atas kematianku. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada orangtua saya yang baik karena telah merawat saya. Aku sangat menyesal. Guru, saya tidak pernah mengambil telepon Anda. Saya bersumpah,” tulis Vasanthapiriya dalam catatannya.

Baca Juga : Annisa Ungkap Fakta Mengejutkan tentang Kekasih Juwita Bahar

Kejadian tragis yang menimpa Vanasthapiriya ini lantas memicu kemarahan dari para orangtua kepada guru di sekolah tersebut.

Termasuk kecamanan dari Ketua Kelompok Orangtua Dinas Pendidikan, Datin Noor Azimah Abdul Rahim.

Lalitha, bibi Vasanthapiriya, mengatakan kepada New Straits Times bahwa guru tidak seharusnya bertindak semena-mena kepada muridnya.

“Vasanthapiriya merasa malu dan marah. Dia tidak bisa mengendalikan perasaannya. Mungkin karena itulah dia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya,” ujar Lalitha.

“Guru seharusnya tidak bertindak sedemikian rupa. Menuduh anak kecil, bahkan memukulnya. Ini adalah smartphone. Guru seharusnya menggunakan perangkat GPS (global positioning system) untuk melacak dan menemukan telepon.”

“Sekarang, dia sudah menemukan teleponnya, tapi bagaimana dengan anak itu? Telepon bisa dibeli kapan saja, tapi kehidupan manusia? Begitu seseorang meninggal, dia tidak akan pernah bisa hidup kembali,” pungkasnya.

Berita tentang Vasanthapiriya ini juga menarik perhatian seluruh negeri.

Banyak pihak yang menuntut keadilan untuk Vasanthapiriya.

Sementara itu, pihak keluarganya telah menempuh jalur hukum dengan melapor ke polisi dan pihak Departemen Pendidikan Penang juga melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *