“Selfie” di Pantai, Sepasang Kekasih Tewas Terseret Ombak Ganas

oleh

“Selfie” di Pantai, Sepasang Kekasih Tewas Terseret Ombak Ganas

IniBerita.News – Jagad media kembali dihebohkan dengan berita tewasnya sepasang kekasih pada Minggu (14/1). Mereka adalah Dedy Suriadi dan Eka Darmayanti, sepasang kekasih ditemukan tewas setelah terhempas dan terseret arus Pantai Telewas, Desa Mekar Sari, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah.

Meski tewas di hari yang sama, keduanya ditemukan di hari yang berbeda. Jasad Eka ditemukan lebih dulu, yaitu pada hari Minggu. Sementara itu, jenazah Dedy baru ditemukan dua hari setelah jasad Eka ditemukan, yaitu pada 16 Januari 2017.

Kronologi Kejadian

Eka adalah warga Dusun Karang Daye, Desa Kawo, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Kala itu, mahasiswi semester 5 jurusan D3 Perpajakan Universitas Mataram ini tengah berkunjung ke Pantai Telawas bersama kekasihnya, Dedy. Untuk mengabadikan momen kebersamaannya, mereka berswafoto di bebatuan yang kerap diempas gelombang. Ketika tengah asik melakukan swafoto, tak sadar mereka ikut terempas dan kemudian terseret ombak Pantai Telawas yang terkenal cukup ganas.

Marwan, sang mantan kekasih, rupanya tak mampu menyembunyikan kesedihannya saat berkunjung ke rumah duka. Ia mengaku merasa sedih dan sangat kehilangan. Baginya, Eka bukan sekedar mantan, melainkan sosok yang spesial dihidupnya. Meski sudah menjadi mantan, hubungannya denga Eka yang dulu terjalin selama lima tahun lamanya masih membekas dalam baginya.

Mengenal Eka cukup lama, Marwan cerita sedikit mengenai sifat Eka yang begitu membekas diingatannya. Menurut Marwan, Eka adalah sosok yang baik, setia, penyabar, periang, dan kerap kali cemburu. Berbeda dengan perempuan ada umumnya, menurut Marwan, Eka selalu bicara padanya ketika ia terbakar api cemburu.

Marwan juga mengenang perhatian Eka pada dirinya. Saat masih menjalin kasih, Eka bahkan sering menjenguknya ketika sedang menjalani pendidikan di Polda Mataram dan mengantarkan Marwan bekal hingga mencucikan pakaiannya.

Baca Juga : Beredar Video Mesum Pelajar SMP dan SMA di Kabupaten Semarang, Pemeran Wanitanya Lebih Tua

Terkait dengan peristiwa ini, Marwan menyebutkan, bahwa Eka memang memiliki hobi jalan-jalan. Namun, memang saat bersama Marwan, Eka bisa dibilang jarang mengajaknya jalan-jalan.

“Eka itu cewek yang senang diajak liburan, tapi ketika liburan sama saya, saya dan dia hanya pergi ke tempat yang biasa saja, seperti Pantai Ampenan, Air Terjun Benag Setukel, dan Taman Narmanda. Tapi, itu pun jarang-jarang,” tutur Marwan.

Hal ini juga disampaikan Nanang, sepupu Eka. Semenjak menjalin hubungan asmara bersama Dedy dua tahun belakangan, Eka semakin intens jalan-jalan. Hal ini lantaran Dedy memang senang menjelajah tempat-tempat wisata yang tengah populer di masyarakat.

“Setelah berpacaran sama Dedy Suriadi. Hampir setiap hari libur, Eka pergi ke destinasi wisata yang lagi booming saat ini dengan Dedy,” ungkap Nanang.

Berasal dari desa yang sama, Dedy dimakamkan di pemakaman yang sama dengan kekasihnya, Eka. Upacara pemakaman Dedy dilangsungkan pukul 12.00 WITA, 4 jam setelah jasadnya ditemukan. Sengaja dikuburkan cepat, mengingat jasad Dedy sudah terendam selama 3 malam di air laut. Keluarga juga tidak mengizinkan pelayat melihat langsung kondisi jasad Dedy. Kendati demikian, cukup banyak kerabat, teman kuliah, hingga teman SMA-nya yang turut mengantarkan jenazah Dedy ke peristirahatan terakhirnya.

Sementara itu, Dedy memang dikenal sebagai sosok yang romantis dan supel. Bagi para pemuda Desa Kawo, sosok Dedy dikenal begitu aktif dalam setiap kegiatan kepemudaan yang diselenggarakn oleh Karang Taruna Desa Kawo.

Dedy juga dinilai sebagai pemuda yang romantis. Hal ini terlihat dari kebiasaannya mengunggah kebersamaannya bersama Eka di media sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *