Riza Chalid Hadir di Kuliah Umum Jokowi, Ketua DPP NasDem Beri Penjelasan

oleh

Iniberita.news – Riza Chalid seorang pengusaha minyak dikabarkan terlihat hadir dalam kuliah umum yang di kuliah umum Akademi Bela Negara yang digelar Partai NasDem pada Senin (16/7) lalu. Dalam acara tersebut Presiden Joko Widodo menjadi pembicara kunci.

Kejadian tersebut menuai kontroversi setelah di media sosial tersebar potongan video acara kuliah umum yang dihadiri Presiden Joko Widodo tersebut memuat wajah Riza.

Baca juga:

Kapal Perang Rusia Pengangkut Emas Sebanyak 200 Ton yang Tenggelam 113 Tahun lalu Ditemukan

Penegasan Deddy Corbuzier Soal Pernyataan yang Menyebut Kemenangan Lalu Muhammad Zohri Karena Faktor Keberuntungan

Tayang Hari Ini, Film 22 Menit yang Ceritanya Terinspirasi dari Bom Sarinah alias Bom Thamrin

Oppo Find X Resmi Dijual di Indonesia, Ini Harga dsan Spesifikasinya

 

Potongan video yang beredar itu menampilkan sejumlah tamu yang duduk di barisan depan acara kuliah umum diisi Presiden Jokowi itu. Riza terlihat duduk sebaris dengan sejumlah tokoh yang diundang, di antaranya adalah anggota Dewan Pengarah BPIP Mahfud Md, anggota Wantimpres Sidharto Danusubroto, dan Kepala BPN Sofyan Djalil.

Ketua DPP NasDem Irma Chaniago menyebut Riza hadir sebagai undangan dan bukan kader. “Undangan, undangan aja, sebagai undangan. Kan kita mengundang banyak pihak, banyak teman untuk tahu NasDem memiliki akademi bela negara,” kata Irma saat dikonfirmasi, Rabu (18/7/2018).

Irma mengatakan Riza Chalid tak menjadi kader NasDem. Riza itu diundang sebagai teman.

“Enggaklah (Riza Chalid jadi kader NasDem). Enggak. Beliau, biasalah kan kita undang banyak pihak. Ada Pak Pramono semua teman partai koalisi kita undang. Itu aja. Nggak ada yang lain-lain,” ujarnya.

Nama Riza Chalid sebelumnya muncul di publik dalam kasus ‘papa minta saham’ yang melibatkan mantan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto pada 2015 silam. Bersama Novanto, suara Riza terekam dalam perbincangan dengan Maroef Sjamsoeddin, Direktur Utama PT Freeport Indonesia saat itu.

Perbincangan tersebut berisi permintaan saham saham PT Freeport Indonesia oleh suara diduga Setnov. Rekaman suara ini menjadi sorotan publik karena Setnov membawa-bawa nama Presiden JokowiJokowi, kala itu terlihat marah besar dan meminta agar kasus pencatutan namanya diusut. Pengusutan kasus Riza oleh Kejaksaan pun tidak terdengar kelanjutannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *