Ribetnya Urus SIM di Jepang Ini Bakal Bikin Kamu Bersyukur Tinggal di Indonesia

oleh

Ribetnya Urus SIM di Jepang Ini Bakal Bikin Kamu Bersyukur Tinggal di Indonesia

IniBerita.News – Ada beberapa anekdot menarik di Negeri Sakura Jepang terkait kepemilikan kendaraan beroda empat. Hal ini bukan terkait mahalnya harga mobil, melainkan tahapan dalam memilikinya yang membuat warga Jepang akan berpikir ratusan kali sebelum membeli mobil. Proses memiliki mobil di Jepang memang sangat sulit, lama serta mahal. Bahkan, biaya untuk mengurus SIM ini turut dibandingkan dengan biaya pacaran. Lebih baik memiliki tiga pacar sekaligus daripada memiliki satu mobil saja. Seperti apa sebenarnya ribet dan mahalnya kepengurusan Surat Izin Mengemudi ini di Jepang? Berikut adalah gambarannya.

 

Ribet dan Mahalnya Mengurus Kepemilikan Mobil di Jepang

 

Untuk bisa mendapatkan mobil di Jepang, seseorang harus memiliki SIM terlebih dahulu. Biaya mengurus SIM ini bisa mencapai Rp40 juta atau bahkan lebih. Itu pun kalau langsung lulus dalam tes mendapatkan SIM. Jika tidak, tentu akan ada biaya tambahan yang harus dibayarkan. Rata-rata orang Jepang harus mengulang hingga empat kali ujian tulis sebelum berlanjut ke ujian praktek.  Selain itu, pemilik kendaraan juga harus memiliki sertifikat kepemilikan lahan parkir. Tiap bulannya, biaya parkir ini sendiri bisa makan biaya hingga Rp6 juta. Jumlah yang sama bisa digunakan untuk menyewa apartemen seluas 23 meter persegi di kota Tokyo. Bandingkan dengan biaya untuk pacaran, yang menurut orang Jepang memiliki proses yang tidak sama dengan orang Indonesia.

Baca Juga : 4 Virus Paling Berbahaya yang Pernah Ada dan Sangat Mematikan

Pacaran di Jepang akan menggunakan prinsip berbagi. Biaya yang dikeluarkan sama baik untuk laki-laki ataupun perempuan. Tidak ada keharusan bagi laki-laki dalam mentraktir pasangannya. Termasuk biaya jalan-jalan menggunakan mobil, karena bisa menyewa mobil yang biaya sewa dan bensinnya akan dibayar setengah-setengah oleh kedua belah pihak. Hal ini membuat biaya pacaran di Jepang terbilang murah, sehingga akan lebih baik untuk memiliki tiga pacar dalam satu waktu daripada memiliki satu saja mobil. Syarat untuk mengemudi di Jepang sendiri terbilang ketat. Di antaranya adalah memenuhi batas usia minimal 17 tahun, terampil dalam mengemudi serta memiliki legalitas. SIM wajib dimiliki sebelum seseorang melenggang bebas di jalanan.

Baca Juga : Hacker Kecil dengan Temuan Mereka yang Mencengangkan!

Bandingkan dengan di Indonesia. Syarat kepemilikan SIM untuk motor ataupun mobil terbilang sangat mudah bisa didapat secara instan. Tanpa perlu tes atau bahkan tanpa perlu banyak bicara, cukup angsurkan uang pada petugas, maka SIM sudah berada dalam genggaman. Di Jepang, tidak semua orang bisa memiliki SIM. Bahkan untuk pengajuan aplikasinya juga tidak ringan karena ada biaya sendiri yang harus dibayarkan. Tentunya, biaya ini tidak murah. Bahkan setelah membayar keseluruhan dana yang dibutuhkan, hal itu tidak akan menjamin seseorang bisa lolos tes dan mendapatkan SIM. Tidak heran apabila orang Jepang akan merasa sangat bangga saat berhasil mendapatkan SIM.

Baca Juga : 4 Prediksi Ahli Teknologi yang Ternyata 100% Salah!

Bahkan ada yang sampai 14 kali tes baru berhasil mendapatkan SIM. Kepemilikan SIM ini sendiri akan membuka pintu untuk berbagai keperluan lain. Termasuk di antaranya adalah membeli mobil ataupun motor. SIM tidak sekedar sebagai izin mengemudi tapi juga izin memiliki kendaraan sendiri. Warga Jepang yang belum memiliki SIM juga tidak boleh membeli SIM, apalagi menyogok petugas untuk memiliki SIM. Ribet serta mahalnya mengurus SIM di Jepang ini ternyata berdampak baik bagi masyarakatnya sendiri. Jumlah kendaraan di jalan raya bisa ditekan sehingga mengurangi polusi udara yang berbahaya bagi kesehatan. Masyarakat Jepang juga lebih terbiasa menggunakan kendaraan umum dibanding kendaraan pribadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *