Rakyat Indonesia Bisa Menikmati Gerhana Bulan Total Terlama Sepanjang Abad ke-21

oleh

Iniberita.newsGerhana bulan total akan kembali terjadi pada pekan ini, kali ini gerhana bulan ‘Blood Moon‘ yang terjadi merupakan fenoma langka karena diperkirakan gerhana bulan kali ini akan menjadi gerhana bulan terlama.

Gerhana Bulan Total kali ini akan berlangsung pada tanggal 28 Juli dini hari. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyebutkan peristiwa itu terjadi pukul 01.24 – 05.19 WIB. Sedangkan, fase total terjadi pada pukul 02.30 – 04.13 WIB atau berlangsung satu jam 43 menit.

Pada gerhana bulan kali ini, masyarakat Indonesia kembali mendapatkan kesempatan menyaksikan langsung Gerhana Bulan Total, fenomena alam yang terjadi akhir pekan ini tersebut merupakan yang terlama di abad 21.

Fase gerhana bulan total yang mencapai satu jam 43 menit tersebut yang membuat Gerhana Bulan Total nanti masuk kategori terlama di abad 21.

Baca juga:

Video Piton Raksasa Ditemukan di Sulawesi, Kali Ini Panjangnya Diperkirakan Mencapai Delapan Meter

Google Doodle Tampilkan Perayaan Hari Anak Nasional yang Hari Ini Diperingati di Indonesia

Fatin Shidqia Dapat Dukungan Dari Netizen Setelah Dikatai Oleh Iis Dahlia Usai Komentari Video Waode Sofia

Meski Tak Dapat Restu Dari Sang Ibu, Eza Gionino Terlihat Bahagia Setelah Nikahi Meiza Aulia

Sebelumnya, pada Januari kemarin, Indonesia sempat menikmati Gerhana Bulan Total selama satu jam 16 menit. Lebih cepat 27 menit ketimbang dengan gerhana bulan total yang akan terjadi 28 Juli.

Tentu, hal ini menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menyaksikannya langsung. Sebab, fenomena gerhana bulan total akan menyapa Indonesia tiga tahun lagi.

“Fenomena ini adalah yang terakhir di tahun 2018,” kata Rhorom Priyatikanto, Peneliti Bidang Astronomi dan Astrofisika Pusat Sains Antariksa LAPAN.

Sementara untuk kejadian serupa, LAPAN mengatakan baru bisa dilihat di Indonesia pada tanggal 26 Mei 2021. Artinya, butuh waktu kurang lebih tiga tahun untuk menanti kembali menyaksikan pertunjukan alam di malam hari tersebut.

“Uniknya, Gerhana Bulan Total 2021 nanti terjadi saat bulan terbit di ufuk timur saat petang,” ungkap Rhorom.

Seperti diketahui, Gerhana Bulan Total terjadi karena posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada di satu garis lurus yang sama. Sehingga sinar Matahari tidak dapat mencapai Bulan karena terhalangi oleh Bumi.

Berbeda dengan Gerhana Matahari, pada peristiwa Gerhana Bulan Total ini masyarakat tidak perlu menggunakan alat khusus untuk melindungi mata ketika ingin melihat momen tersebut secara langsung.

Fenomena blood moon tak terlihat oleh pemirsa di Amerika Utara, kecuali melalui menggunakan webcast, gerhana bisa disaksiakn pengamat di wilayah Afrika, Timur Tengah,
Asia Selatan, dan Samudera Hindia.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *