Proses Akuisisi Saham Freeport Diyakini Berjalan Lancar dan Dikabarkan Akan Segera Dirampungkan Dalam Waktu Dekat

oleh

Iniberita.newsBeberapa waktu dikabarkan bahwa Indonesia berhasil bernegosiasi dan dikabarkan akan menguasai 51 % saham Freeport. Jika proses akuisisi saham Freeport berjalan lancar dan selesai, saham pemerintah yang saat ini kurang dari 10 % saham di Freeport Indonesia, akan bertambah menjadi 51 %. Sementara Freeport-McMoRan hanya memegang 49 %.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan akuisisi saham PT Freeport Indonesia (PTFI) belum sepenuhnya rampung. Masih ada beberapa perjanjian yang harus diselesaikan sebelum pemerintah melalui PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) resmi menguasai 51 % saham Freeport.

Baca juga:

Denada Terus Mencoba Tegar Saat Dampingi Skahira Jalani Perawatan Melawan Leukemia

Pengumuman Utul UGM 2018 Sudah Bisa Dilihat di Website UM UGM Dibawah Ini

Nelson Mandela, Seorang Revolusioner Antiapartheid dan Politisi Afrika Selatan yang Menjabat Sebagai Presiden Afrika Selatan

PT KAI Membuka Lowongan Pekerjaan, Info Lengkap dan Resminya Bisa Dilihat di Web Recruitment.KAI.id

Deputi Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan baru satu perjanjian yang sudah beres dan masih ada tiga perjanjian lagi yang perlu diselesaikan, yakni perjanjian pembelian (purchase agreement), exchange agreement, dan shareholder agreement. Targetnya, sebelum bulan depan tiga perjanjian itu rampung. “Ini yang kami bereskan. Sebelum Agustus,” kata Fajar di Jakarta, Selasa (17/7).

Saham Indonesia diwakili oleh Inalum yang 100 persen dikuasai negara. Induk usaha (holding) BUMN pertambangan ini juga menggandeng pemda, tempat tambang Freeport Indonesia beroperasi. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Papua akan mendapat saham 20 persen dari bagian saham Inalum di Freeport Indonesia.

Adapun nilai divestasi 51 % saham Freeport mencapai US$ 3,85 miliar. Sebagian besar dana tersebut untuk membeli hak kelola Rio Tinto dan saham Indocopper. Perinciannya, US$ 3,5 miliar dialokasikan untuk pembayaran hak partisipasi Rio Tinto dan US$ 350 juta untuk Indocopper Investama yang memiliki 9,36 % saham di PTFI.

Untuk membiayai divestasi itu, Inalum pun akan mencari pendanaan dari 11 perbankan, meliputi tiga perbankan BUMN, dan sisanya dari swasta dan asing.

Akhir pekan lalu, akuisisi ini menyedot perhatian publik usai penandatanganan head of agreement (HoA) atas status perjanjian divestasi Freeport yang telah dinegosiasikan tiga tahun lebih. Pokok-pokok kesepakatan itu yang memicu polemik, misalnya terkait stataus hukum HoA apakah merupakan perjanjian mengikat atau tidak. Juga mengenai besaran nilai divestasi.

Presiden Joko Widodo pun merasa perlu turun tangan. Dia beranggapan proses normalnya harus diawali dengan penandatanganan status perjanjian. Setelahnya, proses baru akan berlanjut ke dalam tahap selanjutnya menuju divestasi saham Freeport Indonesia (PTFI).

“Saya sampaikan, kesepakatan itu (perlu) proses panjang. Dan kalau sudah HoA merupakan kemajuan yang sangat (positif),” kata dia.

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *