Probosutedjo Meninggal Dunia, Ini Sosok Probosutedjo di Mata Sang Supir Pribadi

oleh

Iniberita.news – Adik Presiden RI kedua Soeharto, Probosutedjo, tutup usia pada Senin (26/3/2018). Sosoknya meninggalkan kesan mendalam kepada sopir pribadinya di Yogyakarta, Bambang Sulistyo (62).

“Saya jadi driver sudah lama, sejak 1978. Kalau ke Yogya, saya yang ngantar ke mana-mana,” ujar Bambang Sulistyo (62), saat ditemui Kompas.com di Ndalem Polowijan, Jalan Polowijan No 64, Kadipaten, Kraton, Yogyakarta, Senin.

Baca juga:

Heboh, Siapa Artis Yang Jatuh di Panggung Indonesia Keren 3 di ANTV

Berita Mengejutkan, Minwoo – Leader Boyband 100% Meninggal Dunia

Di mata Bambang, Probosutedjo merupakan pribadi yang santun. Probosutedjo, lanjut Bambang, selalu bersikap baik kepada dirinya meskipun dirinya hanya seorang sopir.

“Santun dan baik hati. Beliau tidak pernah ada istilah majikan dan pembantu, Saya sebagai driver ini dimanusiakan banget sama beliau,” ungkapnya.

Satu hal yang diingatnya tentang Probosutedjo sampai saat ini. Setiap kali akan mengantar, Probosutedjo selalu menanyakan dirinya sudah sarapan atau belum.

“Beliau setiap pagi selalu bertanya, ‘sudah sarapan belum? Jangan sampai lupa makan’. Kalau lagi di hotel pun, beliau tidak lupa bertanya juga, disuruh sarapan,” tuturnya.

Selain itu, di mata Bambang, Probosutedjo merupakan pribadi yang dermawan. Menurut dia, majikannya itu tidak pernah pilih-pilih dalam menolong.

“Saya tidak melebih-lebihkan, tetapi memang Beliau suka menolong masyarakat. Tidak pilih-pilih dan tidak perhitungan kalau menolong, sikap ini yang membuat saya sangat kagum dengan beliau,” ungkapnya.

Jenazah Probosutedjo disemayamkan di rumahnya di Ndalem Polowijan, Jalan Polowijan No 64, Kadipaten, Kraton, Yogyakarta. Setiap kali ke Yogyakarta, lanjut Bambang, Probosutedjo selalu singgah di Ndalem Polowijan.

Baca juga:

Arseto Pariadji Dituduh Jual Undangan Anak Presiden Jokowi, Ini Tanggapan Istana Kepresidenan

Beberapa Tanaman Ini Bisa Membuat Udara Jadi Lebih Segar dan Sehat

“Setiap ke Yogyakarta pasti singgah di sini (Ndalem Polowijan). Terakhir ke sini itu sekitar tiga bulan lalu,” ucapnya. Pengusaha yang lahir di Yogyakarta 1 Mei 1930 ini pun sering membuat acara makan-makan di Ndalem Polowijan.

“Ya mengundang untuk makan-makan, pernah reunian teman sekolah, pernah mengundang akademisi, pokoknya makan-makan sambil cerita-cerita santai,” tegasnya.

Tak hanya itu, warga masyarakat pun diundang datang ke Ndalem Polowijan untuk ikut makan-makan.

Probosutedjo bahkan pernah memanggil 100 angkringan untuk melayani tamu dalam acara makan-makan.

“Beliau memesan 100 angkringan, disini sampai penuh warga masyarakat. Sangat perhatian, saya ingat waktu itu beliau berpesan jangan sampai ada warga yang tidak kebagian,” tegasnya.

Pengusaha Probosutedjo meninggal di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Senin (26/3/2018) pagi. Jenazahnya sempat disemayamkan di rumah duka di Jalan Diponegoro No 20, Jakarta Pusat, sebelum dibawa ke Yogyakarta untuk dimakamkan di pemakaman keluarga di Kemusuk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *