PPDB Zonasi Disarankan Oleh Anggota DPR Untuk Diterapkan Sejak SD

oleh

Iniberita.news – Sistem Zonasi saat ini akan diterapkan untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2018 untuk penerimaan siswa SMA.  Sementara untuk SD dan SMP masih menggunakan sistem zonasi batas pemerintahan

Anggota Komisi X Abdul Fikri Faqih menilai maksud dan tujuan sistem Zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2018 ini bagus, yakni mendekatkan sekolah dengan calon peserta didik baru. Namun dalam pelaksanaannya ternyata menimbulkan reaksi yang beragam dan kerap dikeluhkan calon orang tua murid.

Baca juga:

Respon Mantan Saat Video Agnez dan Chris Brown Heboh, Bikin Terharu

Oppo Find X Resmi Diluncurkan, Dilengkapi Dengan Kamera Tersembunyi

Heboh, Saat Memasukkan Kata ‘Setan’ di Mesin Pencarian Google Muncul Foto Amien Rais=

Hal Mistis yang Sempat Menghebohkan Warga Sebelum Tragedi Kapal Tenggelam di Danau Toba

“Sistem ini sudah mendapatkan kritik dari berbagai pihak,” kata Fikri, Rabu (20/6).

Politikus PKS tersebut mengatakan untuk calon peserta didik SMA/AMAK saat ini telah menggunakan sistem zonasi sesuai kesepakatan radius kilometer. Sementara untuk SD dan SMP masih menggunakan sistem zonasi batas pemerintahan. Menurutnya sistem zonasi batas pemerintahan inilah yang masih banyak dikeluhkan oleh calon orang tua murid.

“Karena anak yang masih usia itu harus sekolah di tempat yang jauh hanya karena sekolah yang dekat beda kecamatan atau bahkan beda kabupaten kota,” ujarnya.

Ia pun menyarankan sebaiknya PPDB di tingkat SD dan SMA disamakan seperti PPDB untuk SMA/SMAK yaitu dengan sistem zonasi dengan batas radius jarak. Terkait kritik Ombudsman mengenai zonasi PPDB yang hanya mengutamakan jarak ketimbang nilai, ia pun sepakat terkait hal itu. “Memang prestasi harusnya juga jadi kriteria diterima atau tidak,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *