Ponsel Untuk Para Gamers Xiaomi Black Shark Resmi Diluncurkan, Ini Spesifikasi

oleh

Iniberita.news – Xiaomi akhirnya secara resmi meluncurkan ponsel gaming pertama, Xiaomi Black Shark. Ponsel ini digadang-gadang sebagai pesaing Razer Phone yang juga menyasar kalangan pecinta game mobile.

Sebenarnya, Black Shark bukan ponsel yang murni dibuat oleh Xiaomi, melainkan perusahaan yang didukungnya. Xiaomi Black Shark terdiri atas dua varian dengan kapasitan RAM dan memori internal berbeda, yakni versi RAM 6 GB + ROM 54 GB, dan RAM 8 GB + ROM 128 GB.

Baca juga:

PAN Beri Penjelasan Soal Pernyataan Kontroversi Amien Rais

Kemesrahan Jung Hae In dan Son Ye Jin di Drama Korea Pretty Noona Who Buys Me Food, Awas Baper

Mengapa Ryusia Tidak Mencegah dan Membalas Misil Amerika Serikat ke Suriah?

Beberapa Makanan Ini Harus Dihindari Saat perut Kosong

Selain itu, hardware lain termasuk chip Qualcomm Snapdragon 845 64-bit, CPU  octa-core, dan GPU Adreno 360. ponsel ini tidak dilengkapi dengan slot MicroSD tambahan.

Layar Xiaomi Black Shark menggunakan LCD IPS 5,99 inci Full HD+ dengan rasio 18:9. Dengan begitu, ukuran layar akan sedikit lebih panjang, pengguna pun bisa menikmati tampilan yang lebih luas saat bermain game mobile.

Sebagaimana perangkat gaming lainnya, bagian pendingin pun mendapat perhatian lebih dari Xiaomi. Black Shark dilengkapi dengan sistem pendingin cair terintegrasi yang diklaim bisa membuat CPU 8 derajat Celcius lebih dingin,

Lantas berapa harga ponsel gaming Xiaomi ini? Di negara asalnya, China, Xiaomi Black Shark versi RAM 8GB penyimpanan 128 GB dibanderol seharga 3.499 yuan atau sekitar Rp7,8 juta.

Sedangkan untuk versi RAM 6 GB/64 GB dibanderol dengan harga lebih murah yakni 2.999 yuan alias sekitar Rp 6,6 juta. Selain itu gamepad Black Shark juga dijual secara terpisah seharga 179 yuan atau sekitar Rp 400.000.

Xiaomi membuka sesi pemesanan Black Shark mulai 20 April di situs JD.com, dan tersedia dalam dua varian warna, Polar Night Black dan Sky Gray.

Belum diketahui apakah Black Shark juga akan dipasarkan di luar China atau tidak, termasuk Indonesia di kemudian hari.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *