Penghianatan G-30 S/PKI

oleh

IniBerita.News – Film dan novel horor, supranatural, klenik, hantu, setan, gore, splatter, slasher, gore, dsb beberapa saya lihat dan baca. Dan karena saya besar di era film Suzanna dan Anak Ajaib menjadi trending, menonton film seperti ini mendatangkan nuansa tersendiri. Bukan sekadar menaklukkan rasa takut. Tapi belajar bahwa ada mahluk supranatural, klenik adalah fenomena sosial, kekerasan juga menjdadi konsumsi sehari-hari. Walau pada konteks ‘formal’ hal ini tabu, namun di kehidupan sehari-hari ketakutan adalh hidup itu sendiri.

Oke, jadi saya akan coba membedah film Penghianatan G-30 S/PKI (PG-30 S/PKI) dari sudut pandang seorang penyuka film horor. Satu hal dasar yang coba saya buat pertama adalah, film PG-30 S/PKI masuk ke jenis film horor mana?

Di tahun 90-an film ini menjadi alat propaganda tahunan wajib pemerintah. Dan saya pun tidak akan mencoba mendetailkan pada segi sosio-politik apalagi ideologi, namun pada penyajian film PG-30 S/PKI semata. Mungkin sudah banyak yang emembahas film ini dari sudut tersebut.

Masuk ke jenis atau genre manakah film PG-30 S/PKI?

Nah, pertanyaan pertama mungkin muncul sekarang. Apa film PG-30 S/PKI itu termasuk film horor? Ya termasuk menurut saya pribadi.

Karena penggambaran, setting, musik, darah, kekerasan, konflik dan senjata di film PG-30 S/PKI menggambarkan demikian. Ada kengerian terlintas dalam fikiran banyak anak 90-an saat mengingat film ini. Saya pun kadang terngiang backgrond musik saat seseorang menyebut kata PG-30 S/PKI. Bagiaman dengan Anda?

Baca Juga : Fakta Tentang Wanita yang Ditemukan Tewas di Kamar Hotel di Pekanbaru

Masih jelas darah yang tertumpah saat para Jendral di tembak. Masih jelas tergambar di fikiran bagaiman para PKI mendera, menyiksa dan mencaci para Jendral di sebuah gubuk di Lubang Buaya. Masih ada yang ingat adegan menyilet? Atau saat para Jendral ditembak saat sudah dimasukkan ke dalam lubang? Nah, Anda takut mengingatnya? Berarti film PG-30 S/PKI termasuk film horor.

Mari kita analogikan PG-30 S/PKI dengan film horor kontemporer. Ada banyak darah di film Saw 1-7 (2004-2014) dan Hostel (2005-2011). Ada kekerasan pula di film I Spit on Your Grave 1-3 (2010-2015). Ada background musik yang menyeramkan di film Don’t Breathe (2016). Lalu kenapa analoginya dengan film Barat kontemporer? Karena kebanyakan film horor Indonesia dulu dan saat ini banyak pada genre supranatural dan urban legend.

Music score PG-30 S/PKI sangat memorable seperti film Psycho (1960) karya Alfred Hitchcock. Adegan gore (penuh darah dan luka) bisa jadi terpengaruh film seperti Texas Chainsaw Massacre (1983), atau yang lebih lawas The Last House on the Left (1972). Semua film ini bisa jadi mempengaruhi setting, musik dan wardrobe penuh darah pada film PG-30 S/PKI tahun 1982.

Baiklah, kita coba masukkan film PG-30 S/PKI ke genre film horor. Dari puluhan jenis film horor, film PG-30 S/PKI masuk ke dalam film slasher. Sayang, saya tidak bisa memadankan kata slasher dengan kata ‘bacok atau papas’ di Bahasa Indonesia yang agak lucu.

Genre slasher bergelora di awal abad 20. Tokoh prominen seperti Alfred Hitchcock Johan Carpenter, dan Sean S. Cunningham adalah fore-fathers genre ini. Mungkin dalam bentuk novel genre slasher bisa dilihat di novel Agatha Christie And Then There Were None (1972).

Film slasher pada umumnya diidentifikasi sebagai film penuh darah dan potong-memotong. Umumnya, adegan penuh adegan membunuh atau menyiksa korban dahulu. Elemen utamanya adalah peran antagonis yang psikopat dan misterius. Umumnya juga perempuan akan menjadi protagonisnya. Film Barat yang menyajikan genre ini seperti Scream 1-4 (1996-2014), Saw 1-7 (20014-2014) dan The Hills Have Eyes (2006).

Gambaran dan wardrobe di film PG-30 S/PKI menggambarkan jelas genre slasher. Tumpahan darah, tangis, kesakitan dari para aktor menggambarkan kengerian penyiksaan dan kematian dengan kekerasan. Namun perbedaan sedikit adalah, tokoh protagonis atau jagoannya adalah Jendral yang akan menjadi presiden pada jaman itu. YKWIM. Sehingga scene slasher yang diciptakan sebenarnya untuk memperkuat kejamnya PKI, bukan menyelesaikan kekerasan itu sendiri. Berbeda dengan film slasher dimana protagonis berhasil menumpas antagonis.

Jadi, sekarang kita sudah tahu film PG-30 S/PKI itu termasuk film horor slasher. Ditambah, saya tidak mampu memberi contoh prominen film slasher Indonesia. Karena secara historis, film horor Indonesia termasuk supranatural sighting dan urban legend. Bahkan sampai saat ini. Jadi mungkin banyak yang tidak ngeh jika PG-30 S/PKi termasuk film horor. Dan bisa saya bilang, PG 30-S/PKI adalah film slasher ter-epic di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *