Pengakuan Mengejutkan Dari Mantan Pengikut Harun Yahya, Pelecehan Hingga Perkosaan

oleh

Iniberita.newsPenulis kontroversial asal Turki, Harun Yahya alias Adnan Oktar ditangkap kepolisian Turki. Polisi Turki menangkap pengkhotbah di televisi dan penulis Harun Yahya dan lebih dari 160 pengikutnya dalam serangan fajar di seluruh Turki pada hari Rabu (11/7/2018), seperti dikutip Reuters.

Pihak berwenang mengatakan, mereka dicurigai membentuk geng kriminal, penipuan, dan pelecehan seksual.

Petugas dari bagian kejahatan keuangan melakukan penggerebekan di lima provinsi dan masih mencari beberapa properti.

Baca juga:

Bikin Heboh, Foto Seksi Seorang Wanita yang Diduga Presiden Kroasia

Peraih Medali Emas Kejuaraan Dunia U-20 Lari 100 Meter Lalu Muhammad Zohri, Buat Indonesia Bangga

Setelah Melalui Negosiasi yang Panjang, Indonesia Berhasil Kuasa Mayoritas Saham Freeport yaitu Sebesar 51%

Gunung Anak Krakatau Alami Peningkatan Aktivitas dan Kembali Meletus, Kali ini Sebanyak 56 Kali

Mantan pengikut Harun Yahya, Ceylan Ozgul, mengungkap sejumlah fakta mengenai kultus pimpinan tokoh kontroversial yang ditangkap pada Rabu (11/7) itu, salah satunya betapa umum pemerkosaan terjadi.

“Organisasi ini penuh kekotoran di dalamnya. Anak-anak berusia tujuh hingga 17 tahun jadi korban pelecehan seksual. Sejumlah gadis berulang kali diperkosa,” ujar Ozgul kepada kantor berita Anadolu, sebagaimana dikutip Hurriyet Daily, Rabu (11/7).

Namun, menurut Ozgul, para pengikut perempuan Harun Yahya yang biasa dijuluki “anak-anak kucing” itu sangat leluasa membawa senjata api dalam kesehariannya. “Beberapa anak kucing membawa dua pistol ilegal ketika berada di jalanan,” tuturnya.

Ozgul sendiri bergabung dengan kelompok Harun pada 2006 karena ingin belajar mengenai Islam saat ia masih berkuliah.

“Saya percaya pada mereka dan kemudian saya menyadari saya menjadi sandera. Kalian akan langsung menyadari kekotoran besar yang kami tinggalkan setelah kalian melihat sendiri apa yang mereka lakukan,” kata Ozgul.

Ia akhirnya memutuskan untuk kabur dari kelompok pimpinan Harun Yahya  yang memiliki nama pena Oktar Adnan tersebut pada 2017. Bukan hanya karena ajaran Harun yang menyimpang, Ozgul juga kabur karena mulai mengetahui kegiatan kultus tersebut bertentangan dengan negara.

“Saya sudah mengetahui aktivitas mereka bertentangan dengan negara dan aktivitas mereka di luar negeri. Saya sangat terganggu secara emosional jadi saya kabur,” ucapnya.

Kini, ia pun mengaku mengetahui sejumlah nama yang masuk dalam daftar pencarian polisi Turki.

“Saya pribadi menyaksikan kejahatan mereka yang masuk dalam daftar pencarian. Mereka adalah kelompok yang berkonspirasi melawan Turki,” kata Ozgul.

Saat ini, kepolisian Turki memang sedang melakukan operasi besar-besaran di lima provinsi untuk menangkap para pengikut Harun. Harun dan pengikutnya dituding melakukan serangkaian kejahatan, termasuk membentuk organisasi dengan maksud kejahatan, pelecehan seksual anak, hubungan seksual dengan anak, penculikan, dan penahanan anak.

Kelompok ini juga diduga melakukan pelanggaran hukum pajak dan hukum anti-teror di Turki.  Nama Harun Yahya sendiri sudah ada dalam daftar pencarian Departemen Pemberantas Kejahatan Finansial kepolisian Turki.

Oktar memiliki sebuah stasiun televisi bernama A9, di mana ia memandu sebuah acara diskusi agama dan masalah sosial, dikelilingi para “anak kucing”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *