Pendapatan Indosat Turun Karena Aturan Baru Registrasi Kartu Perdana

oleh

Iniberita.news – Pendapatan PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) pada kuartal I-2018 mencapai Rp5,69 triliun. Turun 21,9% dari periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp7,28 triliun. Pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) juga turun 37,3% menjadi Rp1,94 triliun dari sebelumnya sebesar Rp3,09 triliun.

Kondisi tersebut karena perseroan kehilangan pendapatan dari pelanggan yang tidak mematuhi aturan registrasi kartu perdana. Serta akibat adanya perubahan dalam strategi distribusi dari “push” menjadi “pull”. “Penurunan telepon dan SMS yang merupakan tantangan industri, juga memberikan dampak negatif pada pendapatan,” kata managemen Indosat Ooredoo dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga:

Jadwal Persija vs Persib Diundur, Hal itu Tidak Sesuai Dengan Prosedur Regulasi Liga 1 Indonesia

Beginilah Nasib Ki Joko Bodo Saat Ini Setalh Berhenti Dari Dunia Paranormal

Callind, Aplikasi Chating Buatan Anak Bangsa Ini Dikatakan Lebih Top Dari Pada WhatsApp

Ingin Menambah Berat Badan, Cobalah Beberapa Tips Berikut Ini

Hal itu terlihat dari rerata pendapatan per pengguna (ARPU) Indosat Ooredoo yang turun 42,7% pada kuartal I-2018 menjadi Rp12.400 dari sebelumnya Rp21.700 di kuartal I-2017.

Kendati begitu, perseroan berhasil meningkatkan jumlah konsumen pada kuartal I-2018 menjadi 96,2 juta pelanggan. Naik 0,6% dari jumlah konsumen pada kuartal I-2017 sebesar 95,6 juta pelanggan.

“Indosat Ooredoo melihat peluang jangka panjang dalam kondisi pasar yang baru yang tercipta dari aturan baru dalam registrasi kartu perdana. Perbaikan ini utamanya adalah basis pelanggan yang lebih loyal, serta tingkat churn yang lebih rendah yang pada akhirnya memberikan marjin yang lebih besar dimasa mendatang,” papar managemen Indosat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *