Pemain Swiss Terancam Sanksi FIFA Karena Lakukan Selebrasi Kontroversial di Piala Dunia 2018

oleh

Iniberita.newsPada laga sebelumnya, Swiss berhasil memetik kemenangan saat melawan Serbia di laga Piala Dunia 2018, Swiss yang sebelumnya tertinggal terlebih dahulu berhasil membalikkan kedudukan di babak kedua dan memetik kemenangan dengan skor tipis 2-1. Granit Xhaka dan Xherdan Shaqiri menjadi aktor kemenangan Swiss karena gol nya pada laga tersebut.

Dua pemain ini sangat senang hingga akhirnya melakukan selebrasi dengan gerakan tangan yang berbahaya untuk memeringatinya.

Dalam kenyataannya ada makna yang lebih dalam arti sebenarnya gerakan tersebut.

Diketahui, sejumlah pemain Swiss memiliki kewarganegaraan ganda atau memiliki status di negara lain.

Baca juga:

Unggah Bukti Sumbangan 100jt dan Tulis Caption, Hotman Paris Hutapea Tuai Beragam Tanggapan Dari Netizen

Luna Maya Tua Pujian Saat Unggah Foto Lama Bersama Dian Sastro dan Nadine Chandrawinata

Uang 240jt di dalam ATM Hancur Saat Teknisi Bongkar Mesinnya yang Rusak

Polisi Konfirmasi Tewasnya Terduga Terorris di Pemanukan Saat Baku Tembak

Shaqiri misalnya, ia termasuk sebagai warga negara Swiss dan juga Kosovo.

“Saya lahir di Kosovo, tetapi saya dibesarkan di Swiss. Saya menjalani kedua mentalitas, itu bukan perbedaan besar,” katanya.

Namun, konotasi seperti tidak sederhana karena Kosovo adalah negara yang kemerdekaannya belum dianggap oleh Serbia sejak memutuskan berpisah dan mendeklarasikannya pada 17 Februari 2008.

Diketahui penduduk Kosovo adalah orang-orang beretnis Albania.

Shaqiri juga berbicara dalam Bahasa Albania sementara dan sama seperti Xhaka, mereka membentuk tangan mereka seperti bentuk elang yang merupakan simbol Albania.

Xhaka juga adalah anak dari keluarga Kosovo, ayahnya pernah dipenjarakan Serbia pada tahun 1980-an sebelum bermigrasi ke Swiss.

Gelandang Arsenal ini adalah adik dari Taulant Xhaka yang bermain untuk Albania dan sebenarnya lahir di Serbia dari orangtua yang berasal dari Albania.

Hubungan Serbia dengan Albania memang memiliki masalah dan mungkin terutama bagi Xhaka.

Pada tahun 2014, Perdana Menteri Albania, Edi Rama bertemu dengan Perdana Menteri Serbia, Aleksandar Vucic setelah pertemuan pertama antar negara pada tahun 1947.

Kemarahan muncul ketika Perdana Albania mengatakan bahwa kemerdekaan Kosovo tak terbantahkan dan akibatnya dituduh melakukan provokasi.

Karena selebrasinya, dua pemain ini bisa mengalami kesulitan karena mengandung unsur politik.

FIFA pun dikabarkan akan mengusut keterlibatan Granit Xhaka dan Xherdan Shaqiri.

Aturan FIFA menyatakan bahwa pemain akan dihukum untuk pernyataan yang dibuat dalam selebrasinya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *