Panlok 82 Akan Perketat Pengawasan Saat Seleksi Bersama SBMPTN Untuk Menghindari Perjokian

oleh

Iniberita.news – Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) akan segera digelar oleh Panitia Lokal (Panlok) 82. Saat melakukan seleksi SBMPTN nanti Panitia Lokal (Panlok) 82 akan memperketat pengawasan ujian untuk menghindari terjadinya perjokian yang biasa terjadi saat seleksi perguruan tinggi tiap tahunnya.

Ketua Koordinator Humas Panlok 82 SBMPTN Prof. Muhammad Jufri di Makassar, Senin (7/5/2018) mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai langkah untuk menghindari atau meminimalkan peluang terjadinya perjokian.

“Khusus joki memang mendapat perhatian dari panitia dengan rekomendasi rektor, sehingga sudah menyiapkan tindakan antisipasi dan pencegahan. Kami juga melakukan deteksi dini, bahkan disiapkan penanganan khusus,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Antara.

Baca juga:

Pemerintah Menjadikan Cuti Besar Lebaran 2018 Menjadi 7 Hari

Keluar Negeri Untuk Sekolah dan Mengejar Mimpi, Cinta Laura Semakin Kurus

Kuota LPDP Diminta Untuk Ditingkatkan Oleh Menristekdikti

Beberapa Olahraga Ini Ternyata Paling Ampuh Bakar Kalori Lho

 

Jufri menjelaskan khusus Universitas Negeri Makassar (UNM) sudah melakukan berbagai hal, di antaranya dengan mengeluarkan surat edaran rektor yang menyampaikan per tanggal 7-8 Mei 2018 tidak ada kegiatan akademik atau diliburkan.

Para pengawas juga melakukan sosialiasi dan memantapkan penanggung jawab untuk mendeteksi dengan mengecek dokumen dan rutin berkeliling untuk memeriksa identitas. Selain itu, pihaknya juga memutuskan melarang peserta SBMPTN untuk membawa telepon genggam ke dalam ruangan saat ujian tersebut.

Jufri menambahkan pihaknya sudah melakukan berbagai kegiatan untuk menyamakan persepsi, bahkan ada surat pernyataan dari para pengawas untuk bekerja secara profesional dan tidak membantu peserta yang tengah ujian.

Sementara Wakil Ketua Koordinator Humas Panlok 82 SBMPTN 2018 Ishaq Rahman menyatakan intinya pengamanan dan pengawas termasuk masalah distribusi soal yang kini sudah dalam perjalanan dalam pengamanannya ketat.

Ishaq yang juga dosen di Universitas Hasanuddin (Unhas) mengatakan, baik Unhas maupun UNM memberikan kebijakan libur kegiatan akademik. Ia juga menyampaikan ada dua hal baru yang menjadi perhatian di antaranya aspek hukum yakni konsekuensi jika ada pengawas yang terlibat, apalagi ada jabatan yang akan menjadi pertaruhan, selain ancaman pidana umum dan tindakan Tipikor sesuai rekomendasi Lembaga Bantuan Hukum Unhas.

“Kami juga mememberikan perimbangan di mana setiap ruangan SBMPTN diawasi dua orang, masing-masing satu pengawas laki-laki dan satu perempuan. Dan jika pengawas semua laki laki maka sungkan untuk memeriksa peserta perempuan, khususnya yang berhijab,” ujarnya.

Ia mengatakan bila pihaknya menemukan peserta SBMPTN yang diwakilkan calo maka digugurkan termasuk tindakan diskorsing hingga dikeluarkan dari kampus,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *