Pada Khutbah Idul Fitri 2018, Menag Menghimbau Agar MUI Tidak Menyampaikan yang Berisi Tentang Politik

oleh

Iniberita.news – Hari Raya Idul Fitri 2018 sudah tiba setelah kita menyelesaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan, pada hari Raya Idul Fitri ini umat muslim akan melaksanakan shalat sunnah Id. Pada Shalat Id ini pasti nya akan ada kutbah Idul Fitri 2018 yang akan diberikan.

Untuk itu Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin menyatakan kesetujuannya atas imbauan MUI agar khotbah Idulfitri tak bermuatan politik praktis.

Ini disampaikan Lukman usai konferensi pers Sidang Isbat 1 Syawal 1439H, di kantor Kementerian Agama, MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis ( 14/6/2018) malam.

Baca juga:

Tubuh Iqbaal Ramadhan yang Baru Jalani Fitnes Bikin Netizen Salah Fokus

Beginilah Tata Cara dan Niat Pada Bacaan Shalat Idul Fitri 2018

Takbir Keliling Merupakan Sesuatu yang Bersejarah Ungkap Sandiaga Uno

Live Streaming Piala Dunia 2018 Rusia Sekarang Ini Bisa Kita Akses Dengan Menggunakan Smartphone

“Saya pikir itu imbauan yang secara khusus meskipun berlaku pada para khotib Shalat Id nanti ketika menyampaikan khutbahnya. Oleh karenanya khotbah-khotbah itu harus betul-betul memanusiakan manusia bukan justru karena kepentingan satu dan lain hal lalu kemudian saling menafikan, merendahkan,” kata Menag.

Menurut Lukman, sebagai umat beragama, sudah seharusnya menebarkan kedamaian, menebarkan kasih sayang, menebarkan rahmat, menebarkan kemaslahatan bagi semua umat manusia didunia tanpa memandang latar belakang.

“Hakekatnya kita bersaudara, saya pikir itu pesan esensialnya. Tanpa memandang warna kulitnya, jenis kelaminnya, rasnya bahkan agama yang dipeluknya sekali pun begitu,” tuturnya.

Diketahui sebelumnya, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin memberikan imbauan agar tema politik praktis tidak dimasukkan dalam khotbahkhotbah Salat Idul Fitri 2018.

Potensi itu muncul lantaran Idul Fitri tahun ini berdekatan dengan hajatan pesta demokrasi atau Pilkada 2018 yang berlangsung sekitar tanggal 27 Juni.

“MUI mengimbau agar para khatib tidak menyampaikan khutbah Idul Fitri 2018 yang bernuansa dan bersuasana politik praktis yang berpotensi memecah belah umat Islam,” ujarnya saat ditemui di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (12/6/2018).

Menurutnya, daripada menyampaikan pesan politik praktis, para khatib diimbau untuk menyampaikan soal peningkatan keimanan dan ketakwaan serta pesan persaudaraan dan perdamaian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *