Nelson Mandela, Seorang Revolusioner Antiapartheid dan Politisi Afrika Selatan yang Menjabat Sebagai Presiden Afrika Selatan

oleh

Iniberita.newsSiapa yang tidak mengenal tokoh dan pejuang anti-apartheid asal Afrika Selatan, Nelson Mandela. Bernama lengkap Nelson Rolihlahla Mandela, dia adalah seorang revolusioner antiapartheid dan politisi Afrika Selatan yang menjabat sebagai Presiden Afrika Selatan sejak 1994 sampai 1999.

Pada Rabu 18 Juli 2018 tepatnya hari ini, genap 100 tahun hari lahir Nelson Mandela pejuang anti-apartheid Afrika Selatan, yang meninggal 2013 silam.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut kami ulas tentang sejarah Nelson Mandela.

Mandela lahir tanggal 18 Juli 1918 di desa Mvezo di Umtatu, waktu itu terletak di Provinsi Cape, Afrika Selatan. Dia tinggal di sini sampai usia 2 tahun, ketika ayahnya kehilangan posisi sebagai kepala desa dalam perselisihan dengan seorang hakim.

Baca juga:

Denada Terus Mencoba Tegar Saat Dampingi Skahira Jalani Perawatan Melawan Leukemia

Pengumuman Utul UGM 2018 Sudah Bisa Dilihat di Website UM UGM Dibawah Ini

Proses Akuisisi Saham Freeport Diyakini Berjalan Lancar dan Dikabarkan Akan Segera Dirampungkan Dalam Waktu Dekat

PT KAI Membuka Lowongan Pekerjaan, Info Lengkap dan Resminya Bisa Dilihat di Web Recruitment.KAI.id

Kemudian keluarganya pindah ke Qunu, di mana Mandela hidup sampai usia 9 tahun, sampai ayahnya meninggal. Dia dan ibunya kemudian pindah ke Mqhekezweni.

Di sini dia diadopsi oleh keluarga seorang pemimpin lokal Jongintaba Dalindyebo dan dipersiapkan untuk menjadi pemimpin.

Dalam otobiografinya “Long Walk to Freedom” Mandela, yang oleh kaumnya dipanggil Madiba, menulis bahwa minatnya dalam politik pertama kali menyala ketika mendengarkan para tetua suku mengadakan pertemuan masyarakat di Mqhekezweni.

Setelah 27 tahun di penjara, Mandela kembali lagi ke Qunu dan membangun tempat untuk keluarganya.

 

Setelah dia pensiun dari jabatan publik, dia kembali lagi ke sini juga. Di sini berdiri Museum Nelson Mandela, yang diresmikan 11 Februari 2000, pada peringatan 10 tahun pembebasannya dari penjara. Mandela tinggal di Soweto dari 1946 hingga 1962 dan bekerja dengan aktivis African National Congres (ANC) Walter Sisulu, yang banyak mempengaruhi kegiatan politiknya.

Rumah Mandela di Soweto sekarang juga sudah menjadi museum. Situs yang paling lengkap dan paling memilukan tentang politik apartheid adalah di Apartheid Museum.

Pintu masuknya dibagi menjadi bagian “blankes / kulit putih” dan “nie-blankes / non-kulit putih”. Museum ini merinci sejarah para pemukim kulit putih di Afrika Selatan, permulaan perjuangan anti apartheid dan perjuangan sehari-hari warga kulit hitam.

Di sini diceritakan bagaimana Nelson Mandela mengubah ANC menjadi sebuah gerakan politik massa.

Perjalanan feri selama 45 menit dari Cape Town membawa kita ke Robben Island, tempat Mandela menghabiskan 18 tahun dari 27 tahun di penjara, dimulai tahun 1964, bersama para pahlawan gerakan lainnya Walter Sisulu dan Govan Mbeki.

Terlepas dari penghinaan dan penindasan yang dialaminya selama bertahun-tahun di sini, Mandela juga mengasah keterampilannya sebagai seorang pemimpin dan negosiator handal. Inilah modal penting baginya ketika merintis menuju kepresidenan pada tahun 1994 setelah dia dibebaskan.

Afrika Selatan sekarang telah berkembang jauh. Negara demokrasi ini memang masih memiliki tantangan bagi mada depan, termasuk meningkatkan kondisi kehidupan warga dan memberi pendidikan yang layak bagi mayoritas kulit hitamnya.

Nelson Mandela yang juga presiden berkulit hitam pertama Afrika Selatan, menutup mata pada usia 95 tahun karena penyakit infeksi paru-paru yang telah lama dideritanya. Pengumuman itu sendiri disampaikan oleh Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma.

Seperti diketahui, Nelson Mandela telah menderita penyakit infeksi paru-paru, yang telah menggerogoti dirinya, sejak lama. Namun Mandela masih memiliki semangat juang, meski sudah 3 (tiga) bulan lebih harus terbaring di ranjang rumah sakit untuk dirawat secara intensif dalam kondisi kritis.

Tetapi 5 Desember 2013 dini hari, tubuh Mandela menyerah terhadap penyakit infeksi paru-paru tersebut. Mandela pergi untuk selama-lamanya. Kepergian Nelson Mandela ini menyisakan duka yang mendalam, tidak hanya bagi penduduk Afrika Selatan, tetapi juga bagi dunia.

Seperti diketahui, Mandela adalah inspirasi nyata bagi perjuangan hidup melawan ketidak-adilan. Kisah hidupnya ini telah diangkat menjadi film berdasarkan otobiografinya, Mandela: Long Walk to Freedom.

Selain itu sebuah aplikasi ponsel pintar, Madiba’s Journey, diperkenalkan oleh Lembaga Pariwisata Afrika Selatan dan Nelson Mandela Foundation. Alikasi ini mengisahkan perjalanan hidup Nelson Mandela, yang telah mendedikasikan hidupnya bagi perjuangan kemerdekaan kaum tertindas.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *