Mitos dan Fakta Seputar Malam Satu Suro yang Jarang Diketahui

oleh

IniBerita.News – Mitos dan Fakta Seputar Malam Satu Suro yang Jarang Diketahui

 

Malam satu Suro kerap dikenal sebagai malam yang sakral serta penuh dengan aura mistis. Mitos seputar satu Suro atau satu Muharram ini juga banyak beredar di tengah masyarakat. Apa saja mitos tersebut dan bagaimana kebenarannya? Berikut adalah aneka cerita angker seputar malam satu Suro beserta fakta-faktanya.

 

Lebaran Makhluk Gaib

 

Pertama, malam satu Suro kerap disebut-sebut sebagai hari Lebarannya para makhluk gaib. Kebanyakan masyarakat percaya bahwa pada malam satu Suro, para makhluk gaib akan keluar dari tempat persinggahannya masing-masing. Mitos ini juga kerap dikaitkan dengan fakta bahwa ada penampakan makhluk gaib pada tempat-tempat tertentu di malam tersebut. Mitos ini masih banyak dipercaya walau belum jelas asal-usulnya. Terlalu berlebihan memang apabila mempercayai akan adanya bencana di malam satu Suro, serta menyebutnya sebagai malam terburuk dalam satu tahun. Bahkan orang-orang pada zaman dahulu akan menghindari menyelenggarakan pesta pada malam satu Suro, termasuk pernikahan.

Baca Juga : Perlu Tahu! Ini Faktor-Faktor Penyebab Payudara Mengendur

Pulangnya Arwah Leluhur

Mitos kedua adalah pada malam satu Suro, arwah leluhur akan kembali ke rumahnya. Masyarakat Jawa pada zaman dahulu terutama akan sangat mempercayai mitos ini. Para leluhur yang telah meninggal dunia dieprcaya akan kembali serta mendatangi keluarganya. Bukan hanya itu, banyak yang percaya bahwa pada malam satu Suro, arwah orang-orang tumbal pesugihan juga akan dilepaskan serta diberi kebebasan pada malam satu Suro. Hal ini konon sebagai bentuk hadiah atas pengabdiannya selama satu tahun penuh. Namun, mitos-mitos di atas hanyalah sekedar cerita seram di kalangan masyarakat. Lalu, bagaimana dengan fakta kebenarannya?

Fakta Bulan Muharram yang Sesungguhnya

Faktanya, bulan Muharram termasuk dalam bulan haram. Bulan Muharram atau bulan Suro merupakan salah satu dari empat bulan yang dinamakan bulan haram. Bulan haram sendiri adalah bulan suci. Selain bulan Muharram, tiga bulan lainnya adalah bulan Dzulgo’dah, Dzulhijah serta Rajab Mudhor yang terletak di antara Jumadil Akhir serta Syaban. Ada dua alasan kenapa bulan-bulan ini dinamakan sebagai bulan haram. Pertama adalah karena pada bulan tersebut akan diharamkan aneka pembunuhan. Kedua, pada bulan-bulan tersebut juga ada larangan untuk melakukan aneka perbuatan haram yang lebih ditekankan dibanding bulan-bulan lainnya. Ha ini tak terlepas dari kemuliaan bulan tersebut.

Baca Juga : Pamer Mandi Uang dan Pershiasan di Dalam Jaccuzi, Wanita Ini Dihujat

Mengingat keutamaan dari bulan-bulan tersebut, termasuk bulan Muharram atau bulan Suro, akan sangat aneh apabila ada seseorang yang mengaitkan bulan Suro menjadi bulan sial. Termasuk di antaranya adalah mengaitkan malam satu Suro sebagai malam angker. Hanya orag yang tidak berpegang teguh pada agama saja yang mengaitkan bulan Suro sebagai bulan penuh sial. Dalam Islam sendiri, bulan Muharram atau Suro termasuk bulan yang sangat dimuliakan. Bulan Muharram juga disebut sebagai Syahrullah atau bulan Allah. Hal ini seperti tersurat dalam HR. Muslim, yaitu puasa yang paling utama di samping puasa Ramadhan ialah puasa pada Syahrullah. Hadits ini tentu semakin menekankan kemuliaan bulan Muharram.

Bulan Muharram disebut sebagai bulan Allah terutama karena pada bulan ini akan diharamkan adanya pembunuhan. Selain itu, Muharram adalah bulan yang pertama dalam satu tahun. Bulan ini disandarkan pada Allah sehingga menunjukkan betapa istimewanya bulan Muharram ini. Sangat jelas bahwa bulan Muharram ialah bulan yang utama serta dimuliakan dalam Islam. Menilik aneka fakta di atas, sudah barang tentu kita seharusnya tidak mempercayai aneka mitos dari zaman dahulu yang tidak terbukti kebenarannya. Bulan Muharram atau bulan Suro bukanlah bulan pembawa sial atau bencana, melainkan bulan yang penuh dengan kemuliaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *