Misteri Kota Saranjana, Kota di Kalimantan yang Hanya Muncul Sesekali Tapi Ada di Peta

oleh

IniBerita.News – Hal-hal misterius memang menjadi sesuatu yang mengundang rasa ingin tahu.

Rasa penasaran mengenai kisah misterius pun menjadi perbincangan dan cerita panjang tiada akhir.

Salah satunya adalah sebuah kota yang tidak jelas keberadaanya dan mengundang tanda tanya besar bagi sebagian orang.

Namun, mungkin bagi masyarakat di daerah Kotabaru, Kalimantan Selatan hal ini sudah menjadi rahasia umum.

Sebuah kota yang terkenal dengan sebutan Saranjana menjadi kota tak kasat mata yang masih dicari kebenarannya hingga saat ini.

Hingga beredar beberapa rumor mengerikan yang pernah terjadi di Kota ini.

Dilansir Grid.ID melalui beberapa sumber Inilah beberapa hal mengerikan tersebut antara lain:

1. Muncul Gedung Pencakar Langit

Konon wisatawan yang meilintas mengaku jika dari kejauhan mereka seolah melihat adanya aktivitas layaknya aktivitas manusia yang lengkap dengan gedung-gedung pencakar langit.

Namun saat mulai mendekat, semua pandangannya mulai hilang.

Yang ada hanyalah sebuah gunung yang tidak terlalu tinggi berbatasan langsung dengan lautan.

2. Kasus Penculikan

pernah ada kisah penculikan yang mengerikan.

Seorang Imam dari Kotabaru diculik dan konon dijadikan imam di kota Saranjana.

3. Pembelian alat berat

Kisah paling heboh adalah ketika suatu hari pada tahun 80an, masyarakat Kotabaru kebingungan dengan kiriman alat berat yang berasal dari Jakarta.

Alat berat itu harus diantarkan ke alamat di Kota Saranjana.

Bahkan alat berat itu sudah dibayar lunas oleh masyarakat Saranjana.

Namun, tidak ditemukan alamat pengiriman dengan tujuan Kota Saranjana.

4. Buah yang Berubah Ukuran

Konon buah di kota Saranjana akan tumbuh lebih besar dari ukuran normal.
Namun, buah-buahan ini akan berubah menjadi kecil saat dibawa keluar Kota Saranjana.

5. Kota Saranjan tertulis di peta tahun 1845

Jika menilik ke aplikasi Google Maps tentu kita tidak akan menemukan kota ini.
Namun, Kota ini tertulis di peta buatan Salomom Muller pada tahun 1845.

Pada peta tersebut tertulis wilayah bernama Tandjong (hoek) Sarandjana.
Wilayah ini terletak di sebalah selatan Pulau Laut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *