Merasa Difitnah, Kuasa Hukum Herman Hery Melaporkan Balik Korban Pemukulan

oleh

Iniberita.newsSebelumnya Herman Hery dilaporkan tengah melakukan pemukulan terhadap Ronny Yuniarto dan mengakibatkan dua jarinya retak dan beberapa angota tubuhnya lebam.

Karena hal itu kuasa Hukum Herman Hery, Petrus Selestinus berencana melaporkan balik Ronny Yuniarto, korban pemukulan yang diduga dilakukan oleh kliennya.

Menurut Petrus, Ronny telah melakukan pencemaran nama baik dan memfitnah Herman. Padahal, kata Petrus, Herman bukan pelaku pemukulan. Kliennya, kata Petrus, merasa dirugikan dengan sejumlah pemberitaan yang bersumber dari pihak Ronny.

Baca juga:

Presiden Jokowi Banjir Ucapan Ultah di Media Sosial, Jokowi: Saya Kadang Lupa Hari Ulang Tahun Saya

Habiburokhman Melaporkan Balik Mahasiswa Terkait Omongan Tentang ‘mudik neraka’

Baru Resmi Berpacaran, Baim Wong Putuskan Untuk Menikahi Paula Verhoeven

Siswi Smp Diperkosa Temannya Sendiri Di Rumah Kosong Setelah Tak Sadarkan Diri Diberi Minuman

“Akibat isi pemberitaan yang demikian, jelas telah mencemarkan nama baik Herman Hery dengan segala kapasitas yang disebutkan dalam pemberitaan tersebut,” kata Petrus dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/6). Petrus mengatakan Herman Hery akan menggunakan segala haknya untuk membela diri melalui upaya hukum.

“Melaporkan Saudara Ronny Kosasih Yuniarto yang telah memfitnah Herman Hery sebagai pihak yang disebut-sebut sebagai pelaku penganiayaan,” kata Petrus

Selain itu, Petrus juga menyesalkan pemberitaan di sejumlah media yang menuduh secara tidak bertanggung jawab kepada Anggota DPR itu, dan ajudannya sebagai pelaku penganiayaan yang disebut dialami oleh Ronny, Istri dan dua anaknya, pada tanggal 10 Juni 2018 di jalur Transjakarta di Jalan Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan.

“Pemberitaan yang hanya mendengar dari satu sumber yang mengaku sebagai korban tanpa konfirmasi dan cek and ricek kepada Herman Hery sebagai pihak yang disebut-sebut sebagai pelaku penganiayaan,” katanya.

Hal itu, menurut Petrus, jelas telah melanggar hak Herman Hery. Sebab selain Herman Hery bukan pelakunya, juga pemberitaan itu telah dilakukan secara sepihak dengan menyebutkan nama Herman Hery secara lengkap, tanpa menggunakan inisial.

Petrus mengatakan peristiwa kejadian di jalur bus TransJakarta pada tanggal 10 Juni 2018 adalah tidak benar, sepanjang hal itu dikaitkan dengan Herman Hery sebagai pelaku.

“Karena itu berita yang menyebutkan bahwa Herman Hery sebagai pelaku pemukulan terhadap Ronny, jelas merupakan pembunuhan karakter terhadap Herman Hery, politis dan tendensius,” katanya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *