Menegangkan! Detik-detik Dokter Tembak Mati Istri Sendiri di Klinik Azzahra

oleh

Menegangkan! Detik-detik Dokter Tembak Mati Istri Sendiri di Klinik Azzahra

IniBerita.News – Suami istri seharusnya ada untuk saling melindungi, saling mengasihi dan pastinya saling mencintai. Keduanya akan menjadi pondasi yang kuat dalam membangun rumah tangga serta keluarga nantinya. Namun, hal ini tidak berlaku bagi Helmi, seorang suami yang justru nekat menembak mati istrinya sendiri. Miris, seorang suami yang seharusnya jadi pelindung keluarga malah menghabisi nyawa pasangannya sendiri. Apalagi cara yang terbilang sadis dan tidak berperikemanusiaan. Kejadian ini sendiri terjadi di Klinik Azzahra Medical Center, Cawang, Jakarta Timur. Helmi yang adalah seorang dokter, tega menembak mati istrinya sendiri yang sama-sama berprofesi sebagai dokter.

Cekcok Jadi Alasan Helmi Tembak Istri

Sebelum terdengar letusan tembakan, warga sekitar sempat mengaku melihat adanya percekcokan yang terjadi antara tersangka dan korban. Kronologis kejadian juga disampaikan oleh Kombes Andry Wibowo selaku Kapolres Jakarta Timur. Menurutnya, sekitar pukul 14.00 WIB, korban tengah bertugas melayani pasien klinik seperti biasa. Kemudian pelaku datang dan korban keluar dari ruangannya. Keduanya terlibat dalam percekcokan mulut. Andry mengonfirmasi hal ini saat ditemui di Jakarta pada Kamis, 9 November lalu. Setelah cekcok usai, korban yang bernama Letty Sultri kemudian masuk kembali ke dalam ruangannya sembari meminta tolong. Pelaku juga ikut masuk serta membuat takut pengunjug klinik. Ternyata, saat itu pelaku telah memegang senjata api.

Baca Juga : Bayi-bayi Terlahir Cacat di Korea Utara, Pembelot: Ini Dampak Radiasi Nuklir Saat Uji Nuklir

Salah seorang saksi menghampiri lalu melihat pelaku membawa sepucuk senjata api. Karena merasa takut, saksi akhirnya menghindar. Tidak lama kemudian, dari dalam ruangan terdengar suara letusan senjata api hingga sebanyak enam kali. Pengunjung ketakutan dan lari berhamburan keluar dari dalam klinik. Dijelaskan Andry, pelaku kemudian melarikan diri menggunakan sepeda motor. Seorang saksi bernama Agung mengakui bahwa pelaku juga sempat mengusir beberapa pasien serta pengunjung klink sebelum terdengar suara tembakan. Dijelaskan saksi, pelaku mengusir pengunjung dengan menodongkan senjatanya. Agung juga mengaku bahwa dirinya turut mendengar ada suara letusan tembakan ketika peristiwa tersebut terjadi. Andry Wibowo juga membenarkan hal tersebut dan mengonfirmasi ada empat tembakan yang terdengar.

Baca Juga : Kamu Suka si Dia Tapi Tak Berbalas? Move On Aja dengan 7 Cara Ini!

Kini, petugas masih melakukan pengejaran pada pelaku yang melarikan diri serta masih belum bisa dilacak keberadaannya. Sementara itu, olah Tempat Kejadian Perkara atau TKP juga masih berlangsung. Karena pelaku masih belum ditemukan, maka motif pembunuhan pun masih belum bisa dipastikan. Namun sementara ini, alasan tersangka dalam membunuh korban diyakini karena masalah internal dalam rumah tangga. Buktinya terutama adalah karena adanya percekcokan yang terjadi sebelum kejadian maut itu berlangsung. Polisi juga melakukan penyelidikan pada sejumlah saksi, baik saksi yang berada di tempat kejadian ataupun orang-orang terdekat korban dan tersangka. Diharapkan nantinya akan ditemukan titik terang mengenai ke mana kaburnya tersangka serta apa motif di balik pembunuhan tersebut.

Baca Juga : Wow! 7 Dessert Hits Ini Ternyata Bisa Kamu Temui di Mal Kelapa Gading!

Apapun motifnya, seorang suami seharusnya menjadi pelindung bagi istrinya. Adalah tidak benar bagi seorang suami dalam menghabisi nyawa istri, apalagi ibu dari anak-anaknya. Masalah dalam rumah tangga seharusnya diselesaikan dengan kepala dingin dan dipecahkan bersama-sama, bukannya diputuskan secara sepihak, apalagi dengan menghabisi nyawa seseorang tanpa ampun. Tersangka yang masih dalam pengejaran juga nantinya harus bertanggungjawab atas perbuatannya dan menerima konsekuensi dari tindakan yang dilakukan pada istrinya sendiri. Tentunya ada hukuman yang akan diterima tersangka sesuai pelanggaran hukum yang dibuat, yaitu membunuh orang lain. Penjara hingga 15 tahun dapat menjadi vonis apabila tersangka telah ditangkap nantinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *