Low Latent Inhibition Membuat Seseorang Menjadi Lebih Jenius?

oleh

Low Latent Inhibition Membuat Seseorang Menjadi Lebih Jenius?

IniBerita.News – Biasanya suatu penyakit akan menyebabkan kerugian bagi seseorang. Namun, penyakit yang satu ini justru membuat seseorang merasa lebih untung. Pengidapnya bisa terlihat lebih jenius dan lebih peka menangkap segala hal.

Dalam tubuh seseorang terdapat suatu kondisi klasik, di mana dalam tumbuh kembang seseorang, ada pikiran untuk belajar mengenal dan menyaring berbagai macam objek dan informasi, seperti apa yang kita lihat, dengar, rasakan, hingga cita rasa yang sudah pernah kita miliki. Proses seperti ini dikenal dengan Latent Inhibition atau dalam Bahasa Indonesia disebut Inhibisi Laten yang biasa kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk berinteraksi dengan lingkungan.

Baca Juga : 6 Pernikahan Beda Usia Terheboh Sepanjang 2017

Misalnya, saat Anda menyadari bagaimana Anda “merasakan” memegang gelas. Anda pasti akan merasa tidak asing dengan gelas, apa fungsinya, bagaimana mereka bekerja, dan sebagainya. Hal ini dalam kasus pada umumnya tidak cukup menarik perhatian Anda untuk memperhatikannya. Secara otomatis, otak Anda akan memperlakukan hal yang sama terhadap benda serupa. Sebab, jika otak Anda harus mengalami hal ini setiap kali mendapatkan stimulus baru, maka otak akan terbebani. Inilah mengapa seseorang memiliki Latent Inhibition. Hal inilah yang memungkinkan kita membedakan sesuatu yang telah akrab dan benda yang terasa asing dengan kita.

Baca Juga : Tragis, Ternyata Selfie Tak Melulu Berujung Happy

Namun, dalam beberapa kasus, kepekaan seseorang terhadap berbagai kondisi lingkungan cenderung berlebih. Di mana seseorang hampir memperlakukan rangsangan familiar dengan cara yang sama seperti baru pertama kali mengalami suatu rangsangan. Berpikir mengenai detil setiap hal yang ditemukan disekitarnya.  Seluruh informasi yang diterima, akan masuk seluruhnya ke dalam otak. Kondisi ini dikenal sebagai penyakit dengan nama Low Latent Inhibition (LLI).

Baca Juga : Aktivitas yang Kita Lakukan di Instagram dapat Dijelaskan Secara Ilmiah, Lho!

Pengidap LLI kerap disebut-sebut bisa menjadikan seseorang jenius, karena ia akan lebih banyak memikirkan sesuatu yang orang biasa tidak pernah memikirkannya, seperti misalnya “Apa itu, apa fungsinya, mengapa ada disana, bagaimana bisa berada disana” dan seterusnya. Meski begitu, pengidap penyakit ini juga memiliki kemungkinan lainnya selain menjadi jenius, yaitu menjadi idiot. Hal ini terjadi apabila peengidap LLI tidak memiliki IQ yang cukup untuk memproses segala informasi, sehingga mereka tidak mampu untuk menerima semua informasi yang didapatnya.

Beberapa tanda seseorang mengidap LLI, yaitu sebagai berikut:

  1. Dapat dengan mudah mengetahui kebohongan seseorang

Mampu melihat dengan mudah segala kebohongan yang dilakukan seseorang tanpa harus menginterogasinya berlebih.

  1. Lebih peka terhadap informasi di sekitar

Melihat lebih luas, mendengar lebih banyak, dan merasakan lebih daripada kebanyakan orang. Tanpa banyak upaya berlebih, pikiran Anda dapat menampung segala informasi secara luas. Setelah mendapat segala bentuk rangsangan, pikiran Anda akan otomatis mengeksplorasi komponen-komponennya.

  1. Blajar lebih cepat

Anda dapat dengan mudah mempraktikkan pelajaran yang baru diserap melebihi siapa pun. Mudah memahami penjelasan.

  1. Sulit mengungkapkan sesuatu di dalam pikiran

Pikiran Anda sangat teliti dan mendetil tentang hal-hal yang dianggap sepele oleh orang lain, maka Anda akan merasa sangat sulit menerjemahkanya secara verbal.

  1. Merasa geregetan mendengarkan penjelasan orang lain

Anda akan merasa bosan mendengar penjelasan orang lain karena pikiran Anda sudah jauh mencapai P (dalam alphabet), ketika ia masih menjelaskan soal A.

  1. Berpikir secara sadar

Informasi tenggelam sepenuhnya dalam kesadaran, tanpa pengaruh alam bawah sadar Anda.

  1. Ilmu pengetahuan membuat tenang

Anda akan merasa tenang dan nyaman saat mempelajari berbagai hal berbau sains.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *