Korban Gempa Palu dan Tsunami Palu Diperkirakan Mencapai Lebih Dari 400 Korban Jiwa

oleh

Iniberita.newsDuka menyelimuti tanah air setelah sebelumnya terjadi gempa yang disusul dengan tsunami mengguncang Sulawesi Tengah. Gempa palu ini berkekuatan 7,4 SR, gempa ini juga disusul tsunami palu. Gempa Palu ini menghancurkan lebih dari ribuan bangunan dan juga merenggut ratusan korban jiwa.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan korban gempa Palu sudah mencapai 405 orang terhitung Minggu (30/9) pagi.

“Korban meninggal 405 orang, dari tim DVI (Disaster Victim Identification). Masih banyak lagi yang belum teridentifikasi,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho.

“Yang luka mencapai 540 orang dan pengungsi lebih dari 17 ribu orang.”

“Itu baru yang di Kota Palu, belum yang di Kabupaten Donggala dan Sigi,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Wilem Rampangilei di halaman rumah jabatan Gubernur Sulteng di Jalan Moh Yamin Palu, Sabtu malam.

Baca juga: Film Pemberontakan G30S/PKI, Peristiwa Pemberontakan yang Merenggut Banyak Korban

Sutopo menyatakan bahwa jumlah korban ini didapatkan hanya dari kota Palu, dan belum dari beberapa daerah terdampak gempa lain seperti Kabupaten Donggala atau Sigi.

Selain itu, tingkat kerusakan yang terjadi di Kabupaten Donggala dan Sigi juga cukup signifikan namun belum ada laporan mengenai korban dan tingkat kerusakan karena sulitnya komunikasi. Karena itu prioritas utama Satgas khusus penanganan bencana ini adalah pencarian dan penyelamatan serta penanganan pengungsi.

“Sampai malam ini, ditaksir 10.000 pengungsi yang tersebar di 50-an titik dalam Kota Palu. Mereka akan diberi bantuan tempat berlindung, makanan dan obat-obatan bagi yang sakit,” ujarnya.

Sutopo juga menyatakan bahwa di beberapa tempat di Palu diperkirakan masih ada korban jiwa yang tertimbun bangunan, di antaranya seperti Hotel Sya Regency dan kantor TVRI.

“Proses evakuasi masih terus dilakukan, kami masih membutuhkan Tim SAR Gabungan,” ujarnya.

Gempa berkekuatan 7,4 SR yang berpusat di Donggala mengguncang beberapa daerah di Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9) petang dan juga menyebabkan tsunami Palu dan tsunami Donggala menyapu Pantai Talise,

Hingga Minggu pagi, berdasarkan pengamatan jurnalis Transmedia Rico Hardiansyah, pasokan listrik pun belum kembali normal dan sinyal komunikasi tersendat. Rico juga menyatakan hingga saat ini belum ada alternatif jalan untuk mencapai Donggala, setelah Jembatan Kuning “Ponulele” roboh karena gempa Palu.

Presiden Joko Widodo dijadwalkan terbang ke Palu hari ini untuk meninjau langsung keadaan pascagempa. Pemerintah pun sudah menggelar rapat darurat untuk menanggulangi gempa dan tsunami Palu dan Donggala.  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *