Komentar Susi Ferawati Terhadap Kejanggalan Gelang Kode CFD yang Dipakai Korban Intimidasi

oleh

Iniberita.newsBelakangan tersebar video viral tentang dugaan intimidasi di car free day yang terjadi pekan lalu. Dalam video yang viral di twitter, Mustofa Nahrawardaya berbicara di acara Dua Sisi, TVone.

Dalam potongan video tersebut, Mustofa Nahrawardaya menganalisa ada kejanggalan yang disebutnya gelang kode.

“Di tangan kanan mereka, antara yang memberi uang dan yang diberi uang memakai gelang yang sama warna coklat, bentuknya pun sama,” kata Mustofa Nahrawardaya.

“Yang memberi uang, yang ngipas-ngipas, ini sangat provokatif, yang baju biru yang kanan, tolong diperiksa polisi.”

“Provokatif, memberi uang, mengipas-ngipas kepada baju putih, tapi keduanya memakai gelang yang sama,” lanjutnya.

Hastag #GelangKode pun viral di Twitter.

Sejumlah netizen ikut meramaikan komentar.

Akun @liem_id misalnya meminta kasus ini diusut tuntas.

Baca juga:

Ibunda Rita Sugiarto Sudah Tidak Mengingat Rita Jelang Kematiannya

Inilah Kesalahan Saat Mengola Ayam Goreng Kuning Sehingga Membuatnya Menjadi Keras

Beginilah Alasan Kasus Kasus Dugaan Penghinaan Pancasila Rizieq Dihentikan

Ternyata Kaktus Memiliki Banyak Manfaat Bagi Tubuh, Beginilah Manfaat Jus Kaktus yang Belum Banyak Diketahui

Sudah waktunya netizen rame2 dukung usut tuntas #DramaCFD agar pelakunya terungkap jelas dan fitnah itu berbalik nampol ke pelakunya

Bang @NetizenTofa sdh bantu tunjukkan #GelangKode sbg jalan pembuka

Tetap #2019GantiPresiden

Akun @MbahUyok membagikan video wawancara Mustofa di acara televisi.

Setelah ada pengamatan dari mas @NetizenTofa soal #GelangKode ini, kita lihat akankah kasus ini anyep dgn ditutup hal lain atau Polkis akan tindak lanjuti dengan mengusut orang2 yg ada di video tsb secara tuntas…

‘Met ngopi..

(vid. @anonLokal )

Mengutip CNN Indonesia, Susi Ferawati, korban dugaan intimidasi di CFD mengkonfirmasi berita itu.

Susi Ferawati mengaku gelang yang digunakan itu merupakan hadiah saat membeli souvenir sewaktu umrah pada 21 Maret 2017 lalu.

Toko souvenir yang dimaksud bernama ‘Basma Kavan For Gifts.

Gelang itu diberikan oleh pemilik toko, Hasim, secara cuma-cuma.

Menurut Ferawati, Hasim memberikan gelang itu agar selalu ingat dengan Nabawi.

Sejak itu, Ferawati menggunakan gelang tersebut, hingga saat kejadian di CFD.

Kronologi menurut Susi Ferawati

Sebelumnya diberitakan kompas.com, Susi Ferawati, ibu rumah tangga yang mengalami persekusi saat mengikuti jalan santai di acara car free day (CFD) pada Minggu (29/4/2018) mendatangi Mapolda Metro Jaya, Senin (30/4/2018).

Susi mengatakan akan melaporkan kejadian tidak menyenangkan yang ia alami bersama anaknya tersebut.

Sebelum menjalani proses pembuatan laporan, Susi sempat menceritakan kronologi persekusi yang dialaminya.

“Saya, kan, jalan santai ikut CFD, cuma pakai kaus dari organisasi bertulis #DiaSibukKerja. Terus jalan dari Monas menuju HI (Hotel Indonesia),” ujar Susi, di Polda Metro Jaya, Senin.

Saat itu, anak lelakinya yang berusia sekitar lima tahun mendadak minta diantarkan ke toilet.

Ia lalu mengantarkan putranya ke sebuah hotel.

Karena mengantarkan putranya, Susi akhirnya terpisah dari rombongan kegiatan jalan santai yang diikutinya.

“Akhirnya, karena sudah terpencar, kami jalan santai saja.”

“Saat jalan santai itu, kami santai saja sama anak saya dan teman-teman saya.”

“Saat itulah, saya dihadang di depan Kempinski itu sama orang-orang pakai kaus #2019GantiPresiden itu,” kata dia.

Saat dihadang itu, Susi mengaku melihat wanita lain yang tengah diolok-olok oleh sejumlah orang berkaus #2019GantiPresiden.

“Ada ibu-ibu juga yang berjilbab, ditanyalah, diolok-oloklah, kecebonglah, apa.”

“‘Bayar bu ya, nasi bungkus ya, nasi bungkus, nasi bungkus. Dasar enggak punya duit’,” ungkap Susi.

Menurut Susi, gerombolan orang yang mengintimidasinya semakin banyak.

Padahal, sementara dia sedang tidak bersama rombongannya saat itu.

“Awalnya saya tidak tahu kalau ada kelompok #2019GantiPresiden ada di CFD juga, dan saya tidak ada niat melawan aksi itu.”

“Saya hanya ikut jalan sehat saja,” ujar Susi.

Sebelumnya, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui Jaringan Advokasi Rakyat Solidaritas (Jangkar Solidaritas) melaporkan aksi intimidasi yang dialami Susi.

Meski demikian, kepolisian belum dapat menerbitkan surat laporan PSI karena berkas dan saksi yang dibawa PSI belum lengkap.

“Laporan masih diproses, namun belum dapat diterbitkan surat laporannya karena kami belum mengajak korban dan ada berbagai berkas yang harus kami lengkapi,” ujar Juru Bicara PSI Dini Purwono di Mapolda Metro Jaya, Senin.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *