Komentar Sinis Ferdinand Hutahaean Saat Presiden Joko Widodo Bagi-bagi Amplop di Jalan

oleh

Iniberita.news – Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menyoroti aksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang bagi-bagi paket sembako dan amplop di Solo, Jawa Tengah. Pantauan Iniberita.news, video Jokowi pada Juni 2017 itu diunggah kembali oleh akun @NoerH4yatie pada Senin (16/4/2018).

Dari video yang berdar, tampak Jokowi berada dalam mobil berwarna hitam.

Baca juga:

Perihal Perkatan Tentang Amien Rais dari Din Syamsuddin dan Pakar Hukum Australia Diyakini Benar Menurut Tokoh NU

Elly Sugigi Konfirmasi Tentang Video dirinya yang Beredar di Media Sosial

Soal Pengemudi Ojek Online yang Kehilangan Kaki Setelah Ditabrak Model Cantik, Hotman Beri Nasehat Keras

Beberapa Kebiasaan Gaya Hidup yang Tidak Sehat Ini Bisa pengaruhi Obesitas Pada Anak

Saat itu, ia berada di kawasan Pasar Legi, Solo.

Disepanjang jalan, warga berdesak-desakan untuk menghampiri sang presiden.

Sementara itu, Jokowi dari dalam mobil tampak membagikan bingkisan dan juga amplop.

Sejumlah pengawal dan petugas membantu mengatur antrian.

Jalan terlihat macet saat aksi tersebut.

Warga yang sebagian berprofesi sebagai penjual mengaku senang dan berterima kasih mendapat bingkisan dan amplop dari Jokowi.

Video tersebut kemudian dikomentari oleh Ferdinand Hutahaean.

Melalui akun Twitternya yang diunggah pada Senin (16/4/2018), Ferdinand Hutahaean menanyakan aksi tersebut.

@LawanPoLitikJKW: Apakah ini salah satu Cara menempatkan rakyat sbg pengemis?

Dulu katanya BLT membuat rakyat malas dan bermental pengemis, lha kiq skrg ditiru dgn cr yg berbeda?

Sebelumnya, juga beredar video Jokowi membagikan uang kepada warga, termasuk tukang becak di pinggir jalan.

Tak hanya uang, Jokowi juga sempat terekam kamera melakukan aksi bagi-bagi sembako.

Hal itu tampak dari kupon sembako yang beredar di media sosial.

Kupon tersebut diketahui beredar ketika Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Sukabumi beberapa waktu lalu.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko pun membenarkan adanya kupon yang distempel oleh Polri Resor Sukabumi tersebut.

Diberitakan Kompas.com, Moledoko mengatakan jika kegiatan tersebut sudah dilakukan sejak pemerintahan sebelumnya (SBY-red).

Atas kejadian tersebut, anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) akhirnya meminta agar Jokowi menghentikan kegiatan bagi0bagi sembako saat kunjungan kerja ke daerah.

“Kami harapkan sekarang tidak bagi-bagi sembako,” kata anggota Bawaslu Rahmat Bagja ketika ditemui di Kantor Bawaslu, Jakarta, Selasa (10/4/2018).

Menurutnya, Jokowi hanya perlu menyampaikan program kerja saja.

Bagja mengaku jika pihaknya mendapat laporan dari masyarakat terkait kegiatan bagi-bagi sembako ini.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *