Klarifikasi KBRI Finlandia Soal Insiden Lalu Muhammad Zohri yang Kenakan Bendera Polandia Dibalik Pengganti Bendera Indonesia

oleh

Iniberita.news Lalu Muhammad Zohri berhasil mengharumkan nama bangsa Indonesia setelah dia berhasil memenangkan lomba lari 100 meter putra Kejuaraan Dunia Atletik U-20 di Tampere, Finlandia, Rabu (11/7/2018).

Zohri melakukan selebrasi dengan bersujud beberapa detik saat berhasil menjadi juara. Sikapnya itu seolah menunjukkan rasa kebersyukurannya kepada Tuhan atas prestasi yang telah ditorehnya.

Selepas bersujud, Lalu Muhammad Zohri pun langsung bangkit kembali dan berlari ke arah pewarta. Namun selepas itu, ada peristiwa yang membuat publik Indonesia dan juga dunia terhenyak.

Pandangan mata dunia internasional kepada Indonesia bukan hanya karena Zohri berhasil menjadi juara pada ajang lomba tersebut. Melainkan, kebingungan Zohri mencari bendera negaranya sendiri, Sang Saka Merah Putih. Kemenangan itu pun seakan tidak diharapkan, atau mungkin tidak disiapkan untuk menang.

Baca juga:

Inilah Manfaat Olahraga Jika Dilakukan Sejak Anak-Anak

Wimbledon 2018: Kalahkan John Isner, Kevin Anderson Melaju ke Final

Baku Tembak di Kaliurang, 2 petugas Densus Luka-luka dan Tewaskan Terduga Teroris

Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih Ditetapkan Oleh KPK Sebagai Tersangka

Namun dalam sebuah foto justru terlihat Lalu Muhammad Zohri sedang meletakkan bendera merah putih di pundaknya. Publik pun sempat lega dan akhirnya tak lagi mempermasalahkan soal insiden bendera itu.

Momen itu kemudian menjadi sorotan dari pelatih di Universitas Virginia, Amerika Serikat. Melalui akun Twitter miliknya, @mowad1010, ia mengatakan ada seseorang yang segera memberinya bendera Polandia setelah ia dinyatakan menang, lalu membalik bendera tersebut.

Someone should’ve given him a Polish flag then reverse it,” tulis akun @mowad1010.

Beruntung ada bendera Polandia yang memiliki warna dasar sama dengan bendera milik Indonesia. Hanya saja Polandia putih merah, Indonesia merah putih. Jadi, tinggal dibalik.

Klarifikasi soal bendera Zohri dari KBRI Finlandia

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Finlandia memberikan klarifikasi terkait insiden Lalu Muhammad Zohri yang kebingungan mencari bendera Merah Putih seusai memenangi perlombaan 100 meter. Zohri sedang menjadi perbincangan di berbagai linimasa setelah memenangi lomba lari 100 meter putra Kejuaraan Dunia Atletik U-20 di Tampere, Finlandia, Rabu (11/7/2018).

Namun, euforia tersebut sedikit ternoda dengan adanya insiden yang dialami Zohri. Setelah finis terdepan, pemuda 18 tahun asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu tampak kesulitan mencari bendera kebangsaan yang biasanya jadi simbol perayaan bagi para pelari.

Sementara itu, dua pelari asal Amerika Serikat yang finis setelah Zohri, Anthony Schwartz dan Eric Harrison, justru langsung mendapatkan bendera negara mereka. Terkait insiden tersebut, Duta Besar Indonesia untuk Finlandia, Wiwiek Setyawati Firman, memberikan klarifikasi.

Melalui keterangan tertulisnya, Wiwiek menjelaskan pihaknya tak punya akses masuk ke arena untuk memberikan bendera, terkecuali wartawan televisi.

“Sangat banyak media Amerika Serikat (AS) yang siap meliput di garis finis. Mereka sudah bawa bendera mereka karena mereka yakin AS selalu menang di sprint 100 meter,” tulis Wiwiek.

“Media Indonesia satu pun tidak ada yang hadir. Jadi, tidak ada media kita yang meliput di garis finis. Sementara para pelatih duduk di tribune, tidak boleh masuk ke lintasan. Bagaimana pelatih bisa cepat masuk ke garis finis berikan bendera, dibanding wartawan-wartawan AS yang memang sudah siap siaga meliput di garis finis?”

Selain itu, Wiwiek juga memastikan tidak ada pakem atau aturan yang mengharuskan atlet mendapatkan bendera negaranya setelah finis. Tidak adanya pakem tersebut, kata Wiwiek, sudah dinyatakan pelatih dari Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI).

“Hanya Superman-lah yang bisa loncari pagar masuk ke lintasan untuk berikan bendera di garis finis dengan cepat,” tulis Wiwiek.

Wiwiek pun menegaskan, KBRI Finlandia dan masyarakat Indonesia di Tampere selalu mengawal tim dari PB PASI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *