Kisah Viral Virsaviya Borun, Anak Perempuan dengan Jantung di Luar Tubuh

oleh

Kisah Viral Virsaviya Borun, Anak Perempuan dengan Jantung di Luar Tubuh

IniBerita.News – Bagaimana jadinya, jika jantung Anda berdetak di luar tubuh? Anda tentunya akan berhati-hati dan memperhatikan tiap gerak tubuh Anda. Terlebih lagi, Anda harus membiasakan diri dengan tatapan heran banyak orang di luar sana yang tak paham keadaan.

Bukan sekedar cerita, kisah nyata ini dialami oleh Virsaviya Borun seorang perempuan berusia 8 tahun asal Rusia. Sekilas, Borun tampak seperti bocah pada umumnya, ia tertawa, bermain berbicara, bercanda, dan sebagainya. Namun, ada satu hal yang membuatnya begitu spesial. Borun terlahir dengan kondisi khusus yang menyebabkan posisi jantungnya berada di luar tulang dadanya.

Kisah Viral Virsaviya yang Mendunia

Kisahnya viral melalui videonya di Youtube yang diunggah pada 2015, berujudul ‘VirsaviyaWarrior’ berdurasi 43 detik. Dalam video tersebut, terlihat jantung Borun berdetak di luar dadanya. Saat Borun tertawa, detakannya semakin kencang dan membuat jantungnya membesar. Jantung Borun hanya dilindungi lapisan kulit tipis, sebuah pemandangan yang langka sekali.

Kondisi ini dinamakan Thoraco-Abdominal Syndrome atau Pentalogy of Cantrell. Kelainan langka ini terjadi dengan melibatkan cacat lahir pada bagian dada, Sternum, diafragma, selaput tipis lapisan jantung, jantung, dan dinding perut. Pentalogi Cantrell memiliki tingkat keparahan yang variatif. Beberapa bayi bisa jadi cacat ringan, sementara lainnya bisa mengalami komplikasi serius dan fatal. Misalnya, kelainan cacat jantung kongenital, jantung berlubang dan lokasi abnormal pada jantung di sisi kanan dada, bukan di kiri.

Ekspresi yang benar-benar parah ketika jantung terletak di luar tulang dada, tepat di bawah kulit, jaringan, juga otot, yang dikenal dengan sebutan Ectopia Cordis. Kondisi semacam ini hanya terjadi 1 : 5 juta kelahiran. Salah satunya seperti yang dialami Borun. Penyebab pasti dari sindrom ini belum diketahui. Sebagian kasus terjadi dengan alasan yang kurang jelas. Hanya ada teori yang menjelaskan, bahwa gejala Pentalogi Cantrell terjadi karena kelainan pada saat berkembangnya jaringan embrio di awal kehamilan.

Saat dilahirkan di Rusia, dokter telah mengatakan pada sang Ibu agar bersiap dengan hal buruk yang akan menimpa anaknya, Borun. Karena khawatir, sang Ibu kemudian membawanya Borun dan keluarga lainnya pindah ke Amerika Serikat berharap bisa melakukan pengobatan medis disana, sekaligus bisa menjalani operasi di Amerika Serikat.

Sesampainya di AS, ia menemukan dokter yang setuju untuk merawat Borun. Namun, setelah melakukan pemeriksaan lebih lanjut, Borun kecil dikatakan tak cukup kuat untuk melakukan operasi karena memiliki tekanan darah tinggi pada arteri pulmonalisnya. Dokter pun mengatakan hidup Borun tak akan bisa bertahan lama, karena hidup dengan jantung di luar tulang dada menyebabkannya sangat rapuh.

Baca Juga : Kisah Nyata Virsaviya, Anak Perempuan dengan Jantung di Luar Dada

Ibunya hampir menyerah dengan kondisi yang dialami Borun. Sebab, Ibu Borun merupakan orangtua tunggal. Beberapa kali ia juga sempat membuka penggalangan dana untuk menutupi biaya pengobatan medis anaknya.

Seolah tak menyerah dengan kondisinya, Borun kecil adalah anak yang periang. Ia sama sekali tidak menganggap kondisinya berbeda dengan anak-anak pada umumnya. Baginya, kondisi tersebut bukanlah suatu halangan untuk ia berekspresi. Layaknya gadis kecil normal, ia melakukan banyak hobinya, seperti menggambar, menari balet, dan sekolah. Meski semua harus ia lakukan di lingkungan rumahnya.

Pada 2015, mereka terpaksa pindah ke Florida karena iklim yang terlalu dingin cukup berbahaya untuk Borun. Kini ia tinggal di Hollywood, sekitar 32 km dari Miami dan tidak sering sakit karena jantungnya terasa cukup hangat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *