Kisah Hidup Najwa Shihab, Dari Ketua Osis Hingga Jurnalis

oleh

Kisah Hidup Najwa Shihab, Dari Ketua Osis Hingga Jurnalis

IniBerita.News – Najwa Shihab, siapa yang tak kenal dengan kecerdasan dari perempuan kelahiran Makassar, 16 September 1977 silam ini. Meski telah berusia 40 tahun dan berkeluarga, dirinya tetap produkif berkarya dan turut mengharumkan nama bangsa. Anggapan, bahwa setelah menikah perempuan tidak bisa berbuat apa-apa sepertinya adalah isapan jempol belaka. Jurnalis yang namanya kini semakin mencuat lewat program talkshow “Mata Najwa” ini membuktikan, bahwa meski menikah muda ia tetap mampu berkarya.

Tentu Anda penasaran dong dengan perjalanan hidupnya hingga ia bisa membuat semua orang berdecak kagum?

Lahir dan tumbuh besar dari pasangan Quraish Shihab dan Fatmawati Assegaf membuat dirinya kerap ditempa edukasi tak henti sejak dini. Ia pun beranggapan, peran orangtua sangat krusial bagi tumbuh kembangnya dan tentu tumbuh kembang seluruh anak-anak muda. Siapa nyana, mantan jurnalis Metro TV ini dulu adalah seorang yang pemalu. Namun, berkat dorongan ibu juga ayahnya, ia mampu mengikuti perlombaan disana sini hingga percaya diri.

Baca Juga : Ribetnya Urus SIM di Jepang Ini Bakal Bikin Kamu Bersyukur Tinggal di Indonesia

Sejak duduk dibangku SMP hingga SMA, Nana – begitu ia akrab disapa – telah aktif diberbagai organisasi sekolahnya. Bahkan, ia sempat menjadi Ketua OSIS saat duduk dibangku SMP. Ia juga sempat aktif dalam Paskibraka, KIR (Karya Ilmiah Remaja), dan mading sekolah.

Tingkat kepercayaan dirinya semakin tinggi kala ia mengenyam bangku SMA. Terbukti, ia pernah mengikuti program AFS atau pertukaran pelajar ke Amerika Serikat. Disana ia kerap diberikan tugas setiap minggunya untuk mempresentasikan tentang kebudayaan Indonesia. Ia mengaku, kala itu dirinya menjadi satu-satunya muslim dari Indonesia. Hingga kini, ia ingat betul betapa program tersebut membuat pikirannya semakin terbuka. Menurutnya, sistem pendidikan AS menjadikan anak-anak muda di sana memiliki pemikiran yang lebih maju dan terlihat beda dengan anak-anak muda di Indonesia.

Pasca lulus SMA, ia kuliah di Fakultas Hukum UI pada tahun 2000. Daya kritisnya dan ketajamannya semakin naik level. Nana juga mulai menunjukkan ketertarikannya terhadap dunia jurnalistik. Ia merintis karir di RCTI, namun tak lama ia memilih bergabung bersama Metro TV yang menurutnya lebih menjawab minat besarnya terhadap dunia jurnalistik. Sepanjang perjalanan karirnya menjadi jurnalis, ia banyak mendapatkan penghargaan.

Baca Juga : Jeff Bezos, Si Orang Terkaya di Dunia Ini Memiliki Fakta Mengejutkan!

Pada November 2009, ia mendapatkan kesempatan untuk menjadi tuan rumah pada acara talkshow bertajuk politik yang tayang di Metro TV, Mata Najwa. Mata Najwa kerap konsisten menghadirkan topik-topik menarik dengan narasumber kelas satu. Rasa percaya diri yang ia pupuk sejak bangku SMP berkat dorongan sang bunda, nampaknya membuahkan hasil yang luar biasa. Ia menjadi pembawa acara sekaligus jurnalis yang cukup disegani oleh bintang tamunya.

Tak hanya itu, kepiawaian Nana dalam mencipta dan merangkai diksi yang tersimpan dalam ‘Catatan Najwa’, membuat dirinya begitu digilai orangtua, bahkan anak muda. Hebatnya lagi, melalui program Mata Najwa, ia berhasil meningkatkan curiousity anak muda terhadap dunia politik. Terbukti, setiap talkshowlive Mata Najwa selalu dipadati ribuan anak muda. Pada 2017, ia resmi mengundurkan diri dari Metro TV, stasiun TV yang begitu melejitkan namanya.

Tidak sampai disitu, sejak dinobatkan menjadi Duta Baca Indonesia untuk periode 2016-2020, ia semakin aktif mengkampanyekan pentingnya membaca. Terlebih, ia prihatin dengan anak-anak muda yang kian menurun minat membacanya. Baginya, membaca buku memiliki keunggulan tersendiri ketimbang platform lainnya. Membaca buku membuat sel-sel di otak bekerja untuk menguatkan daya pikir manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *