Karena Melakukan Pemotretan Di Tol Syahrini Dikecam dan Mendapat Ancaman Hukuman

oleh

Iniberita.news – Penyanyi Syahrini kembali menghebohkan publik setelah mengunggah foto melalui akun Instagram miliknya, Senin (5/3/2018) lalu. Jika dilihat sekilas, foto tersebut memang tak ada yang salah. Syahrini berfoto di pinggir jalan dengan mengenakan pakaian bernuansa hitam.

Hal itu terungkap dari penjelasan Syahrini di kolom keterangan unggahannya.

“Melangkah Manjaahh Di Jalan ToL Surabayaahh …

Yaaaaa…Khaaaaannn !” tulis Syahrini.

unggahan Syahrini (Instagram)
unggahan Syahrini (Instagram) ()

Selain mengunggah foto, akun Syahrini juga mengunggah video lewat Instagram Stories. Dalam video itu, mantan rekan duet Anang Hermansyah ini tampak sedang siap-siap melakukan sesi pemotretan di pinggir ruas tol Surabaya.

“Photo Sesh di Jalan Tol Surabaya… WHY NOT?!?? yaaa…Khaaannn!” begitu tulisan dalam video tersebut.

Dalam video itu pun terlihat seoran pria berseragam hitam berada di belakang Syahrini. Pria tersebut tampak seperti sedang menjaga jalanan dan mobil yang hendak melewati daerah itu.

Saat mobil-mobil sedang lewat, pria itu tampak menunjukkan simbol agar para mobil berjalan di jalur kanan. Akibat ulahnya itu, Syahrini mendapat teguran dari Polantas hingga hujatan dari warganet.

“Duh mbak @princessyahrini kalau mau foto-foto jangan di jalan tol,” tulis akun Instagram @polantasindonesia.

Warganet pun mengkritik aksi Syahrini ini.

@achmad.sm__ : Cari sensasi hadeeh

@gilasport : Coba ya cek ke lapangan pak @polantasindonesia yg ngasih ijin itu siapa kalo bukan aparat… Logika simpel aja

@milouxury : Horaangg kayaah yakkk bebass, coba horangg biasahhh, udah disidangg besok msk koran, viral dibully di medsos

@jubah.iblis : Tangkap donk, kan ada UU nya

@novi8752 : Jgn sampai nanti jd banyak kids jaman now yg niru.

Aksi Syahrini melakukan sesi pemotretan di pinggir jalan tol ini ternyata melanggar Undang-Undang No 38 Tahun 2014 tentang Jalan. Menurut aturan UU tersebut, setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan di dalam ruang manfaat jalan.

Penggunaan bahu jalan sebenarnya hanya bisa digunakan untuk keperluan darurat saja. Menilik aturan ini, Syahrini terancam pidana penjara paling lama 18 bulan atau denda paling banyak Rp 1.5000.000.000 (satu miliar lima ratus juta rupiah).

Pidana tersebut tercantum dalam Pasal 12 ayat 1 UU Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan. Hingga berita ini dimuat, belum ada klarifikasi dari Syahrini. Apakah sesi pemotretannya sudah mendapat izin dari pengelola tol atau belum.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *