Isu Fadli Zon Selingkuh Dikatakan DIsebarkan Oleh Lawan Politiknya, PDIP Minta Fadli Zon Sebutkan Nama yang Dituduhkannya

oleh

Iniberita.news – Beberapa waktu lalu beredar kabar tentang perselingkuhan salah satu petinggi partai politik, kabar tersebut adalah isu perselingkuhan Waketum Gerindra Fadli Zon. Menanggapi hal tersebut Fadli Zon mengatakan bahwa isu tersebut adalah perbuatan dari lawan politiknya.

“Supaya clear, beliau bisa sebut nama dan bahkan bisa bawa ke polisi,” ujar Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP Eva Sundari kepada wartawan, Kamis (24/5/2018).

Baca juga:

Bandara Kertajati Resmi Dibuka Presiden Jokowi dan Mulai Layani Penerbangan Komersil Pada 8 Juni 2018

Beredar Kupon Gratis McDonald yang Ternyata Hoaks Itu Bukan Phising Tapi Scam

Ternyata Usia Kandungan Kasus Siswa SD yang Hamili Siswi SMP di Tulungagung Sudah Menginjak 6 Bulan

Ternyata Ubi Jalar Bisa Turunkan Berat Badan Selain Enak Untuk Dibuat Kolak

Bantahan Fadli Zon dapat disaksikan di 20detik.com.

Meski demikian, Eva mengaku tak tertarik pada tudingan Fadli itu. Eva mengatakan seluruh kader PDIP mau berdebat andai itu dinilai masuk akal.

PDIP mengusung politik berkeadaban, kita lebih tertarik pada isu-isu dan gagasan kesejahteraan rakyat, bukan membahas orang. Kita konsisten pada posisi politik yang demikian,” sebutnya.

Eva mengaku prihatin terhadap isu yang sedang mendera Fadli Zon. Dia berharap isu selingkuh Fadli tak dipolitisasi.

“Aduh, saya sedih urusan privat masuk ke ranah publik gini. Saya sering adu opini dengan Pak FZ, tapi nggak akan soal privat gitulah karena bukan porsiku,” ucap Eva.

Kabar liar mengenai isu selingkuh itu menyebar melalui tulisan di sejumlah situs ataupun blog sejak awal Mei 2018. Bahkan isu ini juga menyebar di YouTube.

Fadli Zon membantah mentah-mentah isu perselingkuhan dengan wanita yang juga pengurus Gerindra itu. Fadli menyatakan isu itu sengaja diembuskan untuk membungkamnya.

“Itu banyak isu-isu lain yang dihantamkan ke saya, saya kira dalam rangka untuk membungkam saya supaya tidak mengkritik pemerintah,” kata Fadli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (24/5).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *