Ini Modus Prostitusi Online di Manado, Aman, Cepat Terhapus dan Pakai Kode Tertentu

oleh

IniBerita.News – Modus prostitusi melalui media sosial atau online ternyata sudah banyak dilirik para penggunanya di Manado.

Dahulu para pekerja seks komersil (PSK) melakukan cara konvensional yakni mangkal di emperan atau di jalan, kini hanya bermodal intenet dan gadget bisa menarik pelanggan untuk menawarkan jasanya.

‘Pemainnya’ melibatkan gadis usia sekolah dan kuliahan.

Jika kota lain ‘bisnis’ prostitusi online lewat medis sosial yakni Facebook, Twitter, Instagram, WhatsApp, WeChat, untuk Kota Manado cenderung gunakan aplikasi BeeTalk.

Mereka memanfaatkan kelebihan aplikasi BeeTalk yang biasa digunakan sebagai medsos pencari teman di dunia maya (internet).

Chat sesama teman pada aplikasi ini akan terhapus beberapa detik sesuai ngobrol.

Transaksi online ini layaknya prostitusi konvensional. Ada tawar menawar harga. Namun, berdasarkan penelusuran iniberita.news, umumnya tarif sekali main mulai ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah untuk short time.

Lagi tren di Manado, aplikasi ngobrol rahasia ala BeeTalk yang dirilis tahun 2014 ini.

Hanya lewat chatting online, transaksi bisa berjalan lancar dan menurut beberapa pengguna lebih aman dan nyaman.

Di Manado sudah banyak pengguna aplikasi ini. Tapi tak semua perempuan bisa diajak kencan sesaat. Ada banyak juga yang memanfaatkan kelebihan BeeTalk untuk pergaulan sosial seperti mencari teman.

Iniberita.news, baru saja men-download aplikasi Bee Talk. Tiba-tiba muncul pemberitahuan seorang perempuan muda menggunakan nama Mawar meminta pertemanan. Setelah disetujui, percakapan melalui chating pun berlangsung.

Si perempuan tidak mau berlama-lama dalam percakapan. Setiap lima detik, chat otomatis terhapus. Artinya hanya lima detik balasan chat dari lawan bicara hilang. Untuk mengetahui dia perempuan bisa di-booking, ada kode khusus.

Bila tarif sudah disepakati, selanjut menentukan waktu dan tempat.

Si lawan chat menulis nama hotel, tapi belum memberitahukan kamar nomor berapa. Setelah mendatangi hotel yang disebut. Begitu diberitahukan sudah di sekitar hotel, si cewek menghubungi melalui layanan telepon pada aplikasi.

Bahkan, ia memberikan nomor teleponnya yang bisa dihubungi. Bila kelamaan menelepon, ia akan menghubungi dan menyuruh pergi ke lantai berapa serta masuk ke kamar hotel nomor berapa.

Layaknya tamu hotel lainnya, Anda bisa masuk dan menuju lantan serta kamar hotel dimaksud.

Begitu diketuk, pintu kamar hotel terbuka. Dari balik pintu terlihat sosok wanita berambut panjang dengan senyuman menyambut. Ia mempersilakan masuk. Begitulah cerita singkat praktik prostitusi online di Manado.

Informasi yang diperoleh, para pelaku prostitusi online tak sembarang memilih aplikasi chatting. Mereka memilih aplikasi yang tidak meninggalkan jejak.

Dalam aplikasi ini, penerima pesan hanya bisa melihat kiriman dalam 10 detik secara otomatis pesan elektronik akan terhapus.

Apapun yang dibicarakan tak akan meninghalkan bekas. Jika di capture tak semua percakapan bisa tertangkap layar. Ini menjadi alasan aplikasi Bee Talk dipakai mereka.

Kemudahan lainnya, aplikasi ini juga bisa memberitahukan keberadaan teman terdekat melalui global positioning system atau GPS.

Tarifnya Rp 500 Ribu

Jingga  (bukan nama asli), wanita asal Kecamatan Malalayang berusia 26 tahun ini satu di antara PSK yang aktif menggunakan Bee Talk.

Memang baru setengah tahun ia berkomunikasi dengan pengguna jasa PSK melalui aplikasi chating yang dirilis 2014 ini. Namun ia tampak terbiasa dan mudah mendapatkan pelanggan.

“Saya mengetahui caranya menggunakan Bee Talk dari teman-teman,” ujar Jingga.

Selasa (20/2/2018) pukul 12.00 wita misalnya. Jingga (bukan nama asli) terlebih dahulu menambahkan teman Bee Talk yang ia temukan pada pilihan sekitar di Bee Talk.

Jingga kemudian diajak chating. Dan tidak perlu lama-lama, hanya dengan menyebut saja kode ST atau short time maka percakapan akan langsung pada intinya yaitu untuk bermain, sebutan yang biasa diucapkan PSK untuk berhubungan intim.

Harga awal yang dipasang PSK yaitu Rp 800 ribu. Bisa kurang hingga Rp 500 ribu.

“Kenapa hanya Rp 500 ribu, karena pernah saya pasang tarif Rp 1 juta, akibatnya sepi tamu,” ujar Jingga kepada Iniberita.

Setelah sepakat dengan tarif, Jingga kemudian meminta pelanggan datang ke hotel tempat dia menginap yakni di Satu Hotel Bintang 0 di Kecamatan Malalayang, Lantai Tiga kamar 3XX.

Petugas Hotel sudah bekerjasama dengan Jingga. Petugas Hotel akan bertanya dari mana. Jawab saja sudah janjian. Setelah itu aman.

Jingga telah menyediakan kondom atau pengaman. Ia akan meminta pelanggannya untuk menggunakan kondom sebelum bermain.

Selain Jingga, ada satu lagi wanita yang bekerja sebagai PSK di hotel tersebut.

Hampir setiap hari Jingga mendapat bermain dengan tiga orang.

“Rp 500 ribu setiap tamu. Jadi ada Rp 1.5 juta per hari. Kalau pun sepi hanya mendapat dua tamu Rp 1 juta. Tidak pernah sampai hanya satu tamu,” ujar Jingga.

Untuk bermain, lanjut Jingga rata-rata tidak sampai setengah jam sudah selesai.

Layaknya pekerja swasta, Jingga punya satu hari dimana ia tidak melayani tamu.

“Hari Minggu saya tidak melayani tamu. Saya luangkan waktu untuk jalan-jalan dengan teman-teman, ataupun bersama dua orang anak saya,” ujar Mawar.

Jingga selalu memperhatikan kesehatannya. Ia selalu minum susu untuk kondisi.

“Kalau sakit (di kemaluan) tidak. Namun sering merasa lelah. Saya selalu minum susu,” ujar Mawar.

Pelanggan yang ia layani tidak hanya orang Manado saja. Ada juga yang menjadi tamunya berasal dari luar Manado seperti Ternate.

“Selain Ternate ada juga beberapa orang dari luar yang sudah bekerja di Manado,” ujar Jingga

Uang hasil main, Jingga gunakan untuk kehidupan dua anaknya baik untuk makan dan sekolah.

“Saya sudah pernah menikah tapi berpisah dengan suami. Saya memiliki dua orang anak,” ujar Jingga

Untuk tinggal, Jingga menumpang di rumah milik tantenya di Kecamatan Malalayang.

“Dua anak saya tinggal disana bersama tante saat saya bekerja. Kedua orangtua saya sudah meninggal. Keluarga saya yang lain tidak ada yang tahu pekerjaan saya. Yang mereka tahu saya bekerja di Man (satu pusat perbelanjaan di Manado). Setiap hari jam 7 malam saya pulang ke rumah,” ujar Jingga

Kisah Jingga menjadi seorang PSK juga ada suka dan duka. Jingga mengatakan pernah satu waktu, ada tamu seorang lelaki yang mengaku dokter muda.

“Ia datang hanya memberikan saya uang Rp 500 ribu. Dia tidak mau main. Bahkan dia mengajak untuk menikah. Saya menolak, karena saya merasa saya tidak pantas dengan dia. Saya tidak jujur dengan dia. Dia tidak tahu kalau saya sudah punya dua anak,” ujar Jingga

Selain itu, lanjut Jingga dia takut nantinya dalam beberapa bulan atau dalam beberapa tahun sikap lelaki yang mengaku dokter muda tersebut akan berubah hanya karena pekerjaannya PSK.

Selama setengah tahun bekerja sebagai PSK, Jingga juga pernah diperlakukan kasar oleh tamu.

“Saat itu saya dan tamu sedang bermain. Namun lama kelamaan tamu itu kasar. Dia sudah pukul saya. Lalu kata dia saya tidak tau main lah, tidak enak lah, dan sebagainya. Saya juga emosi dan meminta dia untuk keluar kamar. Dia sempat mengambil lagi uang Rp 50 ribu lalu keluar kamar,” ujar Jingga

Jingga mengaku punya niat untuk berhenti bekerja sebagai PSK.

“Jika ada perhatian dari pemerintah saya akan berubah dan mencari pekerjaan lain. Kalau bantuan hanya Rp 2.5 juta itu tidak cukup untuk saya usaha. Kalau Rp 5 juta itu saya rasa cukup untuk saya membuka usaha,” ujar Mawar. (dik)

Gunakan Kode

Prostitusi  terselubung via aplikasi chatting lagi digandrungi di Manado. Bagi kebanyakan warga, chat Bee Talk seperti hantu yang tak diketahui keberadaannya. Tapi bagi pria yang suka ‘jajan di luar’ bukan rahasia lagi.

Penelusuran iniberita, aplikasi ini umumnya dipakai kaum milennial. Baik laki dan perempuan memenuhi daftar dalam aplikasi. Tidak sulit mencari ‘mangsa’ melalui aplikasi ini.

Ada menu mendeteksi teman terdekat dengan jarak tertentu. Jika terdeteksi wanita, cukup pakai kode ‘bo’ saja agar bisa direspon.

Malam itu sekira pukul 22.00 Wita, dalam aplikasi itu banyak perempuan muda yang update status dan foto. Ada yang memosting gambar tempat tidur yang sudah dirapikan dengan caption foto ‘stay menunggu yang datang’.

Mencoba membuka percakapan. Saat dikirimkan pesan ‘BO’ dengan cepat wanita berkulit putih dan berambut warna merah maron itu membalas.

Ia langsung mematok tarif Rp 1 juta. Kode ‘BO’ seakan menjadi pintu masuk dunia prostitusi online. Singkat cerita, dari chat itu terungkap tarif sekali main antara Rp 300 ribu hingga Rp 1 juta untuk short time.

Dalam hal memilih tempat kencan, si cewek lebih senang di hotel bintang tiga yang ada di Kota Manado. “Iya Rp 300 ribu sudah sama kamar, tapi mainnya biasa. Kalau Rp 1 juta itu full service,” kata via ponsel. Ia mengaku sudah bekerja sama dengan pihak hotel. “Jadi aman, yang penting selesai langsung keluar kamar,” akunya.

Ia mengaku untuk hasil dari pelanggan dibagi dengan pihak hotel. “Berapa pembagiannya itu nanti urusan kita, pelanggan tidak perlu tahu,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *