,

Ini Bukti Kalau Ibukota Jakarta Lebih Kejam Dari Ibu Tiri

oleh

Ini Bukti Kalau Ibukota Jakarta Lebih Kejam Dari Ibu Tiri

IniBerita.News – Ungkapan yang menyebutkan kalau ibu kota lebih kejam dari ibu tiri tampaknya tak sekedar isapan jempol. Ibu kota Jakarta yang dimaksud hingga saat ini masih memiliki beban berat untuk membuat warganya merasa aman serta terlindungi. Di tahun 2017 ini, ibukota Indonesia menempati peringkat empat paling buruk sebagai kota teraman. Hasil ini didapat dari survey yang dilakukan Safe Cities Index oleh The Economist. Jakarta dan empat kota lainnya yaitu Karachi di India, Yangon di Myanmar, Dhaka di India dan Ho Chi Minh dan Vietnam, dianggap sebagai kota-kota dengan resiko tertinggi di bidang keamanan, kesehatan, digital, personal serta infrastruktur.

Jakarta Diklaim Sebagai Salah Satu Kota Paling Tidak Aman Untuk Perempuan

Tidak hanya dianggap terburuk dalam hal keamanan dan aneka faktor di atas, Jakarta turut dianggap sebagai kota besar yang paling berbahaya bagi perempuan. Survey dari Thompson Reuters Fondation, menyebutkan Jakarta sebagai salah satu kota paling tidak aman bagi perempuan. Tepatnya, Jakarta masuk urutan 9 dari 10 kota yang masuk daftar tersebut. Kota-kota lainnya ialah Kairo, Kinshahsa, Karachi, Lima, Delhi, Mexico City, Lagos, Dhaka dan Istanbul. Peringkat Jakarta untuk praktek budaya adalah di posisi 4, kekerasan seksual di posisi 7, akses kesehatan di posisi 11 dan kesempatan ekonomi di posisi 13.

Baca Juga : 5 Fakta Tentang Kisah Tenggelamnya Titanic yang Fenomenal

Di dunia internasional, praktek female genital mutilation atau sunat perempuan masih menjadi salah satu isu yang ramai dibahas. Kasus-kasus pernikahan dini yang masih dilakukan juga turut memberikan kontribusi pada aneka resiko yang dialami perempuan. Tes keperawanan yang diwajibkan bagi perempuan yan ghendak bergabung dalam satuan kepolisian serta militer juga dianggap sebagai praktek budaya seksis serta misoginis. Hal ini masih ditambah dengan adanya kasus pelecehan seksual serta kekerasan yang dilakukan terhadap perempuan. Aneka masalah di atas menjadi persoalan besar bagi Jakarta, kota metropolitan yang dihuni sekitar sepuluh juta jiwa. Jakarta turut menjadi salah satu dari lima kota di dunia yang paling marak terjadi kasus pelecehan seksual di ruang transportasi publik.

Baca Juga : Generasi Millennial Hits Jaman Now yang Paling Banyak Difollow!

Bahkan, Jakarta dikatakan hanya sedikit lebih baik di bidang akses perempuan akan kesehatan serta ekonomi yang baik. Hal ini masih erat kaitannya dengan pendidikan serta properti. Kita mungkin pernah membaca headline berita seputar pelecehan seksual di atas transportasi umum seperti KRL. Kasus kejahatan terhadap perempuan lain seperti kekerasan seksual yang juga kerap terjadi masih menjadi momok bagi perempuan-perempuan ibukota. Apalagi jika pulang tengah malam dan berjalan seorang diri di tempat sepi, karena kasus kekerasan seksual sering mengincar mereka. Tidak amannya ibu kota bagi perempuan termasuk salah satu dari sekian banyak masalah yang harus dipecahkan, di samping banjir dan macet yang memang sudah jadi langganan.

Baca Juga : 4 Virus Paling Berbahaya yang Pernah Ada dan Sangat Mematikan

Apalagi mengingat Jakarta adalah ibu kota negara, maka keamanan bagi seluruh warga seharusnya terjamin. Sepuluh juta warga Jakarta seharusnya merasa aman saat mereka berada di kotanya sendiri dan melakukan aktivitas sehari-hari, baik pria maupun wanita, siang hari ataupun malam hari. Hal ini bisa diwujudkan tak hanya dari peran pemimpin namun semua lapisan masyarakat. Mewujudkan keamanan kota bagi seluruh warganya akan memiliki banyak manfaat. Mulai dari tingkat kepuasan, ekonomi yang lebih baik, hingga mendorong kemajuan dari kota itu sendiri. Sudah jelas bahwa meningkatkan keamanan kota tak sekedar melindungi warganya dari tindak kejahatan, namun juga melindungi kota itu sendiri dan membantunya agar semakin maju.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *