Impian Menikah dengan Sahabat Terkabul, tapi Kebahagiaan Penderita Kanker Ini Hanya Bertahan 2 Hari

oleh

InIBerita.News – Menikah dengan teman masa kecilnya merupakan impian remaja 19 tahun.

Namun, kebahagiaan yang dirasakan Lydia Dominguez sangatlah singkat, hanya 2 hari setelah hari pernikahannya.

Dilansir Iniberita.news dari Buzzflare, umur Lydia 15 tahun saat ia didiagnosis kanker ginjal.

Gadis ini pun tanpa putus asa berjuang melawan penyakitnya itu.

Pada tahun 2017 lalu, Lydia bertemu dengan pria bernama Joshua Ordonez lewat media sosial.

Lydia dan Joshua

Keduanya menjadi teman dan kemudian jatuh cinta.

Meskipun belum pernah bertemu langsung dengan Joshua, Lydia merasa Joshua adalah sahabatnya sekaligus pangerannya.

Tetapi saat keduanya resmi berpacaran, penyakit kanker yang diderita Lydia memburuk.

Mereka pun akhirnya bertemu di hari Thanksgiving 2017.

Saat itu Joshua mengunjunginya di Rumah Sakit Anak El Paso, Texas.

Hal buruk sudah membayangi masa depan Lydia dan Joshua.

Tapi keduanya memilih untuk fokus untuk bahagia saja.

Lydia dan Joshua

Kanker Lydia pun menyebar dengan cepat, dokter memperingati keluarganya bahwa Lydia tidak punya banyak waktu.

Setelah mengetahui kondisi Lydia, Joshua tahu benar apa yang harus dilakukannya untuk membuat pujaan hatinya bahagia.

Pada 12 Februari lalu, Joshua melamar Lydia.

Lydia pun tak ragu menjawab “Ya!”.

Hari itu menjadi hari yang sangat spesial bagi keduanya.

Hanya berselang 4 jam setelah Joshua melamar Lydia, keluarga pun langsung menyusun upacara pernikahan.

Pernikahan Lydia dan Joshua

Di rumah sakit, dikelilingi keluarga, teman dan staf medis, Lydia menikah dengan Joshua.

Momen itu terasa manis sekaligus menyedihkan karena semua tahu bahwa waktu Lydia tidak banyak.

Tapi yang dilakukan Joshua sangatlah tepat, hari itu menjadi hari paling bahagia bagi kehidupan Lydia.

Sayangnya, Lydia meninggal tepat di hari Valentine, dua hari setelah ia menikah.

Direktur rumah sakit Audrey Garcia berkata:

“Pagi itu ia bangun dan berkata tubuhnya gerah, ia ingin mengikat rambutnya.

Ibunya pun lalu mengikat rambut Lydia.

Ia mendadak melemah sesaat kemudian.

Ia berbaring, melihat ke arah suaminya dan tersenyum.

Ia duduk dan berkata dirinya baik-baik saja.

Tapi setelah beberapa menit kemudian, nafasnya berhenti.”

Meski Lydia tidak bisa mendapatkan “bahagia selamanya”, tapi keluarganya bersyukur ia bahagia selama hari-hari terakhirnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *