Gunung Agung kembali Erupsi dan Lontarkan Lava Pijar

oleh

Iniberita.newsGunung Agung di Bali kembali menunjukkan aktifitasnya, sebelumnya Gunung Agung menyemburkan asap dan membuat penerbangan yang bertujuan ke Bali dan keluar dari Bali harus di batalkan.

Kali ini gunung Agung yang terletak di Karangasem, Bali, kembali meletus pada Senin (2/7/2018) pukul 21.04 Wita. Letusan ini disertai lontaran lava pijar sejauh 2 km.

Lontaran ini menyebabkan kebakaran di sekitar puncak dan lereng Gunung.

Baca juga:

Brasil vs Meksiko – Dimenangkan Oleh Brasil, Sisa 6 Tim Berebut Tiket 8 Besar Piala Dunia 2018

Didepan Keluarga Korban Kapal Tenggelam Danau Toba KM Sinar Bangun, Menko Maritim Luhut Binsar dan Ratna Sarumpaet Bertengkar

Pengumuman SBMPTN 2018 Akan Diumumkan Hari Ini, 128.085 Kursi Diperebutkan

Fans Bowo Alpenliebe atau Bowo Tik Tok Kecewa Setelah Tahu Wajah Aslinya

“Telah terjadi erupsi Gunung Agung dengan suara dentuman, lontaran lava pijar terlihat keluar kawah mencapai 2 km,” kata Kasubid mitigasi wilayah timur Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Devy Kami Syahbana melalui siaran pers, Senin malam.

Kebakaran di sekitar puncak dan lereng disertai tinggi kolom abu yang mencapai 2.000 meter di atas puncak kawah. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 24 mm dan durasi ± 7 menit 21 detik.

Karena itu masyarakat di sekitar Gunung Agung, pendaki, pengunjung dan wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya.

Zona Perkiraan Bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 km dari Kawah Puncak Gunung Agung. Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan.

Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar dingin akibat hujan.

Lahar dingin dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *