Ginan Koesmayadi, Pendiri Rumah Cemara dan Juga Vokalis Band Jeruji Meninggal Dunia

oleh

Iniberita.newsKabar duka terdengar dari tanah air, pada Kamis, 21 Juni 2018 malam, sekitar pukul 21.00 WIB Ginan Koesmayadi dikabarkan telah meninggal dunia. Ginan Koesmayadi merupakan pendiri Rumah Cemara.

Ginan Koesmayadi juga merupakan vokalis band Jeruji, rencananya jenazah akan dimakamkan pada hari ini, Jumat, 22 Juni 2018, di TPU Cibarunay, Sarijadi, Bandung.

“Telah berpulang salah satu pendiri kami Ginan Koesmayadi, pukul 21.00 WIB,” ujar pernyataan resmi Rumah Cemara, Kamis, 21 Juni 2018 malam.

Baca juga:

Lee Min Ho Berulang Tahun yang ke-31, Penampilannya Tetap Bikin Fans Cenat-Cenut

Dirgahayu Kota Jakarta ke-491, Anies Baswedan Pimpin Apel Peringatan Hari Ulang Tahun Kota Jakarta

Piala Dunia 2018: Suporter Seksi, Nissu Cauti yang Rutin Buka Baju Saat Peru Cetak Gol

Aura Kasih Menanggapi Dengan Santai Video Mesum yang Sempat Viral dan Dikabarkan Mirip Dirinya

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi mengenai penyebab meninggalnya pria bernama Deradjat Ginandjar Koesmayadi itu. Namun diduga, Ginan meninggal dunia karena serangan jantung.

Diketahui, Ginan Koesmayadi adalah mantan pencandu narkoba dan merupakan orang dengan HIV AIDS (ODHA). Mendirikan Rumah Cemara pada 2003, Ginan aktif menyuarakan peningkatan kualitas hidup orang-orang dengan HIV AIDS, pengguna narkoba, dan juga kaum marginal lainnya.

Ginan memimpikan tak ada lagi stigma dan diskriminasi terhadap orang-orang dengan HIV AIDS, pengguna narkoba, dan juga kaum marginal.

Salah satu metode kampanye yang dilakukan Rumah Cemara adalah melalui ajang sepak bola. Rumah Cemara menggelar turnamen sepak bola street soccer League of Change sejak 2012 silam.

Ginan kala itu mengatakan, turnamen tersebut diselenggarakan untuk menghapus stigma dan diskriminasi terhadap ODHA. “Ini memberikan gambaran kepada masyarakat bahwa kami bisa memberikan sesuatu kepada masyarakat, salah satunya melalui sepak bola,” katanya kala itu.

Tidak hanya itu, Ginan Koesmayadi juga berhasil mengharumkan nama Indonesia di ajang Homeless World Cup (HWC) 2011. Pada ajang tersebut, Indonesia yang pertama kali ikut serta langsung menempati urutan keenam. Ginan bahkan menyabet penghargaan pemain terbaik.

Tim selalu menghadapi tantangan biaya yang tidak mudah untuk mengikuti kompetisi tersebut. Namun, berbagai cara dilakukan untuk mewujudkan mimpi seperti menyebar tempat donasi berupa celengan ayam. Ginan bahkan pernah melakukan nazar berjalan kaki Bandung-Jakarta, karena timnya berhasil mengumpulkan dana untuk berangkat ke HWC 2011.

Tags:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *