Gempa Lombok Susulan DIprediksi Oleh BMKG Akan Terus Berlanjut

oleh

Iniberita.newsSebelumnya terjadi gempa Lombok berkekuatan 7.0 SR yang merenggut hanmpir ratusan korban jiwa dan juga menghancurkan lebih dari 1000 rumah di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Namun hingga kini BMKG mengabarkan bahwa gempa susulan di Lombok ini akan terus berlanjut, tercatat hingga hari ini Kamis (08-08-2018) gempa lombok susulan tercatat terjadi sebanyak 344 kali.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati juga mengatakan, gempa susulan skala kecil akan terus terjadi di Lombok hingga empat minggu ke depan.

Baca juga:

Koalisi Prabowo Subianto Akan Deklarasi Capres dan Cawapres 2019 Hari Ini

Soal Gugatan Praperadilan Soal Kasus Video Luna Maya dan Cut Tari Serta Ariel, Hotman Paris Angkat Bicara

Prabowo Subianto Umumkan Calon Cawapresnya Pada Pilpres 2019 Nanti dan Akan Deklarasikan Hari Ini

Jelang Deklarasi Cawapres di Pilpres 2019, Presiden Joko Widodo Atur Pertemuan Dengan Ketum Parpol

“Tiga hingga empat minggu ke depan gempa kecil masih akan terjadi. Kita harus menerimanya, ini proses alam,” kata Dwikorita di Mataram, Kamis (9/8/2018).

Kepala BMKG juga menjelaskan bahwa titik puncak getaran gempa dan potensi tsunami sudah terlewati. Sehingga yang muncul hanya getaran gempa susulan yang semakin mengecil.

Gempa Lombok susulan, menurut dia, kekuatannya maksimal pada kisaran 5,0 SR dan tidak berpotensi menimbulkan kerusakan. Namun dia mengingatkan warga yang rumahnya rusak akibat gempa besar pada Minggu 5 Agustus lalu tetap waspada.

Ia mengatakan seluruh warga harus siap menghadapi risiko itu karena Pulau Lombok berdekatan dengan Sesar Flores yang membentang dari Bali hingga utara Laut Flores.

Gempa Lombok kali ini adalah siklus 200 tahunan dari patahan Flores, energi terkuat telah selesai,” kata Dwikorita dilansir Antara.

Energi tersebut keluar secara berangsur dan dua kali menimbulkan efek merusak di Lombok. Setelah energi terbesar keluar pada 5 Agustus dan menyebabkan getaran hingga 7,0 SR, yang tersisa kemungkinan energi kecil yang membawa gempa-gempa susulan.

“Justru akan sangat berbahaya jika setelah gempa besar terjadi namun tidak ada gempa susulan kecil setelahnya, berarti masih ada potensi energi besar,” jelas Dwikorita.

“Warga sudah boleh jika ingin kembali ke rumah, keadaan sudah berangsur aman.”

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *