Gara-gara Salah Kirim Pesan ke Pacar, Gadis Cantik Ditemukan Tewas di Kampusnya

oleh

IniBerita.News – Charlotte Guy (17) ditemukan tewas dalam keadaan gantung diri.

Hanya sepotong pesan yang ia tinggalkan pada sang kekasih, Jack Hurst (20) sebelum Charlotte dengan bulat memutuskan mengakhiri hidupnya:

“Selamat tinggal, dan maafkan kesalahanku. Aku sangat mencintaimu dan rasanya cukup untuk tahu betapa kamu membenciku, ” tulis Charlotte.

Membaca potongan pesan itu, Jack dengan cepat menghubungi polisi setempat.

Pihak berwenang segera melacak keberadaan Charlotte melalui akun Snapchatnya.

Namun mereka kalah cepat, mahasiswi kesehatan itu ditemukan tewas gantung diri di sebuah pohon di area kampusnya, Wigan, Greater Manchester.

Hati Jack remuk memutar segala ingatan tentang hubungan mereka.

Baca Juga : Ahok Serahkan Bukti Dugaan Kesalahan Veronica Tan

Dua tahun sudah Jack dan Charlotte menjalin hubungan spesial.

Dan bak sepasang kekasih lainnya, mereka begitu rutin berkirim kabar.

Nahas, dari pertukaran kabar inilah petaka bermula.

Bermaksud ingin merebut perhatian Jack, suatu hari Charlotte mengirimkan pesan berisi permintaan ingin bicara.

Namun Jack yang tengah dilanda kesibukan, menolak dan berdalih akan menghubunginya nanti.

“Charlotte menghubungiku, ia meminta waktuku untuk berbicara sejenak namun aku menolak karena sedang sibuk dan berjanji akan menghubunginya nanti,” tutur Jack seperti dikutip Grid.ID dari The Telegraph.

Petaka bermula ketika beberapa saat kemudian, sebuah pesan ‘salah sambung’ via snapchat dikirimkan Charlote pada Jack.

‘Salah sambung’ karena pesan berisi pengkuan bahwa ‘Charlotte telah berselingkuh dan tidur dengan pria lain’ itu semula ia tujukan pada temannya.

Namun nahas pesan itu ia kirimkan pada kekasihnya sendiri, Jack.

“Ia mengirimkan pesan Snapchat yang semula ditujukan pada temannya namun pesan itu terkirim padaku,” aku Jack pada seperti dikutip Grid.ID dari Metro.co.uk.

Malu, Charlotte sempat memohon maaf pada Jack.

Namun kesumat sudah naik seleher, Jack menolak permintaan maaf itu, ia memilih bungkam.

Hingga akhirnya Charlotte nekat meengakhiri hidupnya.

Jauh sebelum peristiwa malang itu, kedua orangtua Charlotte, Martin dan Deborah Guy mengungkapkan anaknya memang memiki kecendrungan mudah frustasi.

Mereka bahkan pernah mendapati Charlotte melukai dirinya sendiri hingga gadis itu mendapatkan pertolongan ahli kesehatan setempat.

Sementara itu, ahli forensik, Alan Walsh menemukan kokain sebagai penyebab kematian Charlotte selain frustasi tak tertahankan karena hubungan percintaan dan tugas kampusnya.

“Belum bisa dipastikan apakah gadis itu pengguna kokain sejak lama namun dapat dipastikan kokain telah menghancurkan hidupnya dalam 48 jam terakhir sebelum kematiannya.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *