Gagal Bunuh Diri, Seorang Wanita Justru Punya Profesi Ini!

oleh

Gagal Bunuh Diri, Seorang Wanita Justru Punya Profesi Ini!

IniBerita.News – Bunuh diri kerap dijadikan jalan keluar bagi seseorang atas semua masalah yang menimpanya. Walaupun tentu jalan ini salah, namun masih banyak yang berpikir bahwa bunuh diri akan menyelesaikan semua masalah dalam hidup. Ini juga yang terjadi pada Christen McGinnes, seorang wanita asal Virginia, Amerika Serikat. Ia nekat berusaha mengakhiri hidupnya pada tujuh tahun lalu. Caranya juga terbilang ekstrem. Christen menembak kepalanya sendiri. Namun, nyatanya Christen tidak tewas. Ia memang mengalami kerusakan parah pada wajahnya. Tulang rahang kanannya menghilang, demikian juga sepertiga lidah, bagian bawah dari mulutnya serta mata kanan. Pasca percobaan pembunuhan yang berakhir kegagalan tersebut, Christen kini mulai menata hidupnya kembali.

 

Christen McGinnes, Dari Percobaan Bunuh Diri Hingga Jadi Konselor Trauma

Kisah Christen memang memilukan. Pada awalnya, ia memiliki hidup yang bahagia. Temannya banyak, pekerjaannya menyenangkan dan neneknya sangat baik padanya. Namun secara mendadak, Christen kehilangan semuanya sekaligus. Ia kehilangan pekerjaan, neneknya meninggal dan pria yang berkencan dengannya memutuskan untuk meninggalkan Christen. Mantan kekasihnya itu juga mabuk-mabukan serta menghabiskan seluruh tabungan yang dimiliki Christen. Dunia terasa berakhir bagi Christen. Ia pun memilih untuk mengambil keputusan nekat: membunuh dirinya sendiri. Sebelum menjalankan aksi ini, Christen merapikan apartemennya terlebih dahulu karena ia tahu akan ada banyak orang nantinya.

Baca Juga : 6 Pernikahan Beda Usia Terheboh Sepanjang 2017

Christen kemudian keluar dari balkon dan menarik pelatuk pistol ke arah kepalanya. Orang yang tinggal di sebelah kamarnya segera berlari ke arahnya sambil menjerit karena mendengar letusan senjata api tersebut. Christen dilarikan ke rumah sakit dan sempat mengalami koma selama tiga minggu. Salah seorang teman Christen, Howard, mengatakan bahwa awalnya Christen tidak bisa dikenali karena kondisi wajahnya yang teramat parah. Setengah wajah Christen membengkak dan harus diperban. Christen bahkan sampai harus menjalani 49 operasi guna merekonstruksi wajahnya. Saat terbangun, ia melihat sang ayah memegang tangannya dan berkata bahwa apa yang harus dilakukan Christen hanyalah sembuh.

Baca Juga : Low Latent Inhibition Membuat Seseorang Menjadi Lebih Jenius?

Melihat besarnya simpati dari orang-orang di sekitarnya, hati Christen terketuk dan meleleh.  Rasa marah serta depresi yang dirasakan Christen mulai menghilang berkat ketulusan orang-orang yang ada di sekitarnya. Ia kemudian menyesal karena telah mencoba untuk mengakhiri hidup. Sejak saat itu pula, Christen berjanji untuk tidak menjadi orang seperti dulu lagi. Ia bersyukur bisa melewati masa-masa kelam dalam hidupnya. Ia juga mensyukuri kehadiran sahabat-sahabatnya yang selalu mendampingi di saat-saat sulit. Kini, Christen bangkit dari keterpurukannya dan memanfaatkan hidup dengan membantu sesama. Ia menjadi relawan di The Traume Network Centre, Virginia. Di sana, Christen membagi pengalamannya saat melakukan percobaan bunuh diri serta berusaha membantu orang lain dari rasa depresi.

Baca Juga : Jenius! 7 Hacker Cilik Ini Mampu Membuat Temuan Luar Biasa

Depresi memang kerap jadi alasan utama seseorang melakukan tindakan percobaan bunuh diri. Tekanan dari masyarakat dan orang-orang terdekat bisa jadi menambah depresi yang diderita dan menyebabkan seseorang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Seseorang yang depresi tidak seharusnya dijauhi atau bahkan dijadikan objek hinaan. Mereka seharusnya dirangkul dan diberi dukungan. Orang yang mengalami depresi bisa saja akan berpikir secara nekat dan mengambil jalan keluar instan untuk seluruh masalahnya. Hal inilah yang harus dihindari serta dikenali oleh orang-orang terdekat. Peran dari orang-orang di sekitarnya seperti sahabat dan keluarga akan sangat berpengaruh pada pengambilan keputusan nantinya, agar orang yang mengalami depresi tidak berakhir pada percobaan bunuh diri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *