Fakta Terkait Gugatan Cerai Ahok Hingga Pengakuan Veronica Lewat Surat

oleh

Iniberita.news – Mantan Gubernur DKI Jakarta mulai berubah setelah dirinya mengajukan gugatan cerai terhadap istrinya Veronica Tan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Ahok yang kini mendekam di Rumah Tahanan Mako Brimob Kelapa Dua Depok, karena kasus penodaan agama enggan menerima kunjungan.

Biasanya Ahok kerap menerima tamu dari berbagai kalangan meskipun dirinya hidup di balik jeruji besi. Adik kandung sekaligus kuasa hukum Ahok, Fifi Lety Indra, mengatakan bila mantan Bupati Belitung Timur tersebut kini dalam keadaan baik di tahanan.

“Kondisinya cukup baik ya, tapi memang karena kasus perceraian ini, beliau belum terima tamu seperti biasa,” ujar Fifi di Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Rabu (7/3/2018).

Ketika Tribunnews,com menyambangi Mako Brimob, seorang petugas kepolisian mengatakan jika Ahok sudah hampir kurang lebih dua bulan belakangan ini tidak dijenguk keluarga maupun penasehat hukumnya. Bahkan, saat Perayaan Imlek 2569, Jumat (16/2/2018) tidak ada keluarga yang menjenguknya.

“Tidak ada hari ini keluarga yang hadir. Sudah dua bulan ini pak Ahok tidak terima tamu dan tidak ada yang jenguk,” kata petugas kepolisian yang berjaga di Mako Brimob Kelapa Dua kepada Tribunnews, Jumat (16/2/2018).

Bahkan, petugas itu pun menyebut, ketidakhadiran keluarga maupun penasehan hukum untuk tidak menjenguk, diminta langsung oleh Ahok. Pasalnya, mantan Bupati Belitung Timur tersebut mengaku tidak ingin terima tamu dua bulan belakangan ini.

“Itu permintaan pak Ahok sendiri,” ucapnya.


Surat Ahok berbalas pengakuan veronica

Adik kandung sekaligus kuasa hukum Ahok, Fifi Lety Indra mengatakan, Ahok sempat melayangkan surat ucapan selamat ulang tahun kepada Veronica Tan pada 4 Desember 2018. Surat ucapan itu, dilayangkan Ahok sebelum melayangkan surat gugatan cerai ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara, 5 Januari 2018 lalu.

“Bu Vero ulang tahun, jadi pak Ahok ngirim ucapan dalam bentuk surat,” ujar Fifi di Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Rabu (7/3/2018).

Fifi mengatakan, Vero membalas surat Ahok pada 28 Januari 2018. Veronica menulisnya dari secarik kertas yang sama dengan dikirimkan Ahok.

“Bu Vero membalas dengan menulis surat di balik surat pak Ahok. Nah Vero balas surat (isinya) pengakuannya lah,” ujar Fifi.

Namun, Fifi enggan merinci lebih lanjut, terkait pengakuan Vero. Sebab, sidang gugatan perceraian tengah berjalan.

Menulis buku di Tahanan

Selama mendekam di tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, masih meraup keuntungan. Ahok mendapatkan untung dari buku ‘Ahok Di Mata Mereka’ yang ditulis 51 orang penulis dengan latar belakang profesi yang berbeda.

“Sehari bisa sampai 50 buku. Bapak harus tanda tangan order. Bapak mendapat untuk banyak dari buku. Lebih kaya di penjara,” tutur Penasehat hukum Basuki Tjahaja Purnama, Fifi Lety Indra, Rabu (28/2/2018).

Dia menjelaskan, satu buku ‘Ahok Di Mata Mereka’ dijual seharga Rp 750 ribu. Menurut dia, pemesan dari dalam dan luar negeri. Untuk pesanan dari luar negeri dapat mencapai 100 buku. Hasil dari royalti buku itu, kata dia, dipergunakan untuk membiayai hidup dan untuk kegiatan sosial.

Namun, dia tidak dapat menyampaikan berapa keuntungan yang diperoleh.

“Untuk biaya hidup segala macam. Untuk juga kegiatan sosial. Biasanya bapak orang susah juga kan kami tolong dari zaman bapak saya almarhum,” ujarnya.

Setelah mendapatkan keuntungan dari penjualan buku itu, Ahok masih beraktivitas menulis di dalam tahanan.

“Ini lagi menulis buku lagi. Renungan alkitab. Jadi dia sudah ada beberapa renungan alkitab ada renungan harian. Nanti 365 hari orang bisa ikutin bapak selama di sel. Dia baca bibel per tanggal apa yang dia tulis,” tambahnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *