Fakta Kasus Penusukan Ketua DPRD Kolaka Utara yang Ditusuk Istrinya!

oleh

Fakta Kasus Penusukan Ketua DPRD Kolaka Utara yang Ditusuk Istrinya!

IniBerita.News – Kabar duka menyelimuti DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Ketua DPRD Kolaka Utara yakni Musakkir Sarira ,meninggal dunia pada Rabu, 18 Oktober silam, sekitar pukul 11 siang WITA. Musakkir adalah Ketua DPRD dari fraksi Partai PDI Perjuangan. Almarhum sempat dilarikan ke rumah sakit karena luka tusuk pada perut sebelah kanannya. Pihak keluarga melarikannya ke RSUD Kolaka Utara pada Selasa, 17 Oktober. Namun akhirnya nyawa Musakkir tak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia. Jenazahnya dibawa ke RSUD Jafar Harun Kolaka Utara guna menjalani visum.  Selain fakta di atas, ternyata masih ada lagi beberapa fakta yang terkuak dari kasus pembunuhan ini.

Kronologi Kejadian dan Tersangka Kasus Penusukan Ketua DPRD Kolaka Utara

Salah satu kerabat dekat korban yang enggan disebutkan namanya mengungkap kronologis kejadian secara singkat. Dituturkan olehnya bahwa sebelum terjadi penikaman, korban serta tersangka yang tak lain adalah istrinya sendiri, sempat terlibat dalam percekcokan. Pak Ketua saat itu hendak keluar dari dalam kamar mandi, kemudian sang istri datang dan menusukkan pisau ke perutnya. Almarhum masih dalam keadaan sadar kala itu dan sang istri membawanya masuk ke dalam kamar lalu dibaringkan di atas ranjangnya. Dokter dari RSUD Jafar Harun langsung dikontak guna memeriksa serta diminta untuk segera membawa korban ke rumah sakit agar mendapat penanganan medis.

Sayang, Musakkir hanya bisa bertahan satu malam dalam penanganan rumah sakit sebelum menghembuskan napas terakhir. Setelah resmi dinyatakan meninggal, jenazah kemudian divisum di RSUD Jafar Harun. Dilansir Kompas, sebelum dilakukan pemeriksaan, pihak kepolisian telah memastikan bahwa korban tewas karena tusukan senjata tajam. Terdapat luka tusuk yang cukup tajam di bagian perutnya. Hal ini dikonfirmasi oleh Kapolres Kolaka Utara, AKBP Bambang Satriawan. Selain proses visum, polisi juga melakukan pemeriksaan pada orang-orang terdekat korban. Termasuk di antaranya adalah empat orang saksi yang juga adalah orang-orang terdekat korban serta orang di sekitar rumahnya. Hasil pemeriksaan berujung pada penetapan tersangka tragedi berdarah ini.

Baca Juga : Begini Tanggapan Jedar Pasca Konflik Dengan Ruben Onsu

Polisi secara resmi menetapkan AE, istri korban, sebagai tersangka dari kasus pembunuhan ini. AE juga telah mengakui bahwa ia menusuk suaminya dan membuatnya meninggal dunia. Motif AE melakukan tindakan keji tersebut masih didalami oleh pihak kepolisian. Selain menetapkan tersangka, polisi juga turut mengamankan beberapa barang bukti lainnya. Di antaranya adalah pisau yang digunakan untuk menusuk korban, baju yang berlumuran darah serta gunting yang juga berlumuran darah di Tempat Kejadian Perkara atau TKP. Walau belum diketahui motif pembunuhannya secara pasti, namun menurut keterangan salah satu saksi, korban serta tersangka memang diketahui sering cekcok.

Sekretaris DPD PDI-P Sulawesi Tenggara, Litanto, memberi keterangan bahwa tersangka seringkali merasa cemburu pada suaminya. Contohnya jika almarhum menerima telepon, pasti akan dicurigai bahwa telepon itu berasal dari perempuan lain. Padahal sebelum kejadian berdarah ini, Musakkir dan istrinya AE sempat menjalankan ibadah ke tanah suci bersama. Litanto menambahkan bahwa sebelum keberangkatan keduanya ke tanah suci, AE sempat ingin minta cerai pada korban. Namun akhirnya keinginan cerai itu diurungkan karena mengingat anak mereka. Pengakuan Litanto dibenarkan oleh salah satu saudara korban. Bahkan menurut saudara yang juga enggan disebutkan namanya itu, AE tak segan bersikap kasar pada suaminya sendiri. Hingga kini, kasus ini masih terus diselidiki oleh pihak kepolisian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *