Eksekutif Yang Sukses Tidak Hanya Mengejar Keuntungan Semata

oleh

IniBerita.News – Menginjak 2018, upaya pemecahan masalah kesehatan masyarakat Indonesia belum menyeluruh. Misalnya saja, wabah campak dan gizi buruk yang melanda suku Asmat di Papua.

Seperti yang diketahui, sejak September 2017 hingga saat ini sedikitnya 67 orang anak meninggal dunia akibat wabah campak dan gizi buruk yang terjadi di Kabupaten Asmat, Papua.

Berita ini menarik perhatian Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat untuk memberikan bantuan kepada masyarakat Kabupaten Asmat di Papua sebesar 350 juta. Melalui Irwan Hidayat, bantuan tersebut dikumpulkan dari persatuan distributor Sido Muncul sebesar 100 juta dan dari Sido Muncul sendiri sebesar 250 juta.

Sumbangan tersebut Ia berikan saat menghadiri seminar Fruitful Business bertemakan “7 Secrets To A Successful Business”, yang mana Irwan Hidayat turut menjadi pembicara dalam acara tersebut.

sido muncul
Sumbangan diberikan kepada Uskup Agung Jakarta Mgr. Ignatius Suharjo.

Selain Irwan Hidayat, hadir juga sebagai pembicara yaitu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, Presiden Direktur Ciputra Artpreneur Rina Ciputra Sastrawinata, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Edi Sukmoro, dan dimoderatori oleh Andy F. Noya.

Partisipasi Sido Muncul ini merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama yang sejalan dengan visi perusahaan, yaitu menjadi perusahaan herbal yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

“Kali ini kami berikan lewat Uskupan Agung Jakarta untuk disampaikan ke Uskup Agats di sana. Masyarakat Asmat di Papua banyak yang sedang mengalami KLB Campak dan Gizi Buruk,” tambahnya.

sido muncul

Tidak hanya untuk Suku Asmat, perusahaan farmasi ini telah melakukan segudang kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) di berbagai daerah. Baru-baru ini, Sido Muncul bahkan memperkenalkan Danau Rawa Pening ke Tanah Air melalui iklan produk Kuku Bima Energi.

Tujuannya untuk mengembangkan pariwisata di Semarang, sekaligus memanfaatkan eceng gondok yang merusak lingkungan di danau, dengan menjadikan eceng gondok sebagai bahan bakar biomas berbentuk pellet.

Perusahaan ini memang memiliki visi memberikan manfaat lebih banyak kepada masyarakat dan tidak hanya mengejar keuntungan semata. Upayanya ini guna memupuk kepercayaan pasar dalam negeri dilakukan melalui Uji Toksisitas dan Uji Khasiat pada produk dan peran dalam memajukan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *