Dua Truk Masuk Sungai Karena Jembatan Ambruk di Widang Tuban

oleh

Iniberita.news Jembatan Widang Tuban yang dibagi dua arah tiba-tiba saja runtuh, Selasa (17/4/2018). Dari berita foto yang viral di media sosial, ada dua truk bermuatan penuh jatuh ke dalam sungai yang airnya agak surut.

Bahkan sopir truk terlihat menaiki pintunya dalam keadaan sehat-sehat saja.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa.

Baca juga:

Aktor yang Memerankan Tokoh Soeharto di Film G30S/PKI, Amoroso Katamsi Meninggal Dunia

Tanggapan Yuni Sarah Saat Dibilang Seperti Nenek-nenek Bikin Netter Salut

Kenalilah Berbagai Gejala dan Cara Mengatasi Bipolar Disorder

Hal Ini yang Dilakukan Mulan Jamela Saat Suaminya Sedang Menjalani Persidangan Kasus Ujaran Kebencian

Bukan Peristiwa Pertama

Kejadian serupa juga pernah terjadi beberapa waktu lalu.

Para pengguna jalan yang melintas di Jembatan penghubung antara Lamongan – Tuban, kini harus ekstra hati – hati.

Pasalnya, jembatan yang melintasi sungai Bengawan Solo ini mengalami pergeseran atau ambles sedalam 15 centimeter.

Untuk menghindari kemungkinan kecelakaan bagi pengguna jalan saat melintas, Sat Lantas Polres Lamongan memasang rambu di jalur jembatan.

Dan itu artinya pengguna jalan harus mengurangi kecepatan saat melintas di atas jembatan.

Kasat Lantas Polres Lamongan, AKP Anggi Saputra Ibrahim, Jumat (3/11/2017) lalu kepada wartawan membenarkan amblesnya jembatan antara Babat Lamongan dan Widang Tuban.

“Jembatan ini ambles sekitar 15 cm,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi agar jembatan tidak mengalami kerusakan lebih parah, pihaknya memberi rambu pembatas jalan dan tanda kerusakan agar pada titik itu tidak dilalui kendaraan.

Bersama anggotanya, sudah melakukan pengecekan ke lokasi setelah mendapatkan laporan terkait kondisi jembatan.

Tak sekedar mamasang rambu, amblesnya jembatan sudah dilaporkan ke Balai Besar Jalan Nasional bagian perbaikan jembatan Unit Lamongan karena masih masuk wilayah Kabupaten Lamongan.

“Pelaporan ke Balai Besar ini, menurut Anggi, dilakukan agar segera bisa dilakukan perbaikan dan tidak membahayakan pengguna jalan,” tuturnya.

Nanti kalau akan ada perbaikan, ada kemungkinan akan ada penutupan sementara untuk kendaraan yang mengarah Lamongan atau sebaliknya.

Harus ada rekayasa dengan polah buka tutup jalur agar perbaikan dan lalu lintas kendaraan sama-sama bisa berjalan.

Selama belum ada perbaikan, pengguna jalan harus ekstra hati-hati dan mengurangi kecepatan.

“Dan tidak melewati garis batas yang sudah kami pasang,” pintanya.

Secara teknik Anggi belum memastikan penyebab amblesnya jembatan yang sangat padat arus lalin ini.

Baru sebatas kemungkinan, amblesnya jembatan ini karena besi penyambung jembatan mengalami kerusakan. 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *