Dikabarkan Adu Domba Megawati dengan Jokowi Terkait Pilgub Jatim, PDI-P Minta Ketum Golkar Tak Lakukan Itu

oleh

Iniberita.newsBelakangan terdengar kabar bahwa Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dituding tengah mengadu domba antara Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dengan Presiden Joko Widodo terkait Pilkada Jawa Timur (Jatim).

Karena hal itu, Wakil Sekjen PDI-P Ahmad Basarah meminta Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto tak melakukan hal tersebut

Hal itu disampaikan Basarah menanggapi pernyataan Airlangga yang menyatakan Presiden Jokowi mendukung Khofifah Indar Parawansa lantaran pernah membantu mantan Gubernur DKI Jakarta itu kala memenangkan Pilpres 2014.

Basarah mengatakan, sejak awal, Jokowi yang juga kader PDI-P telah memutuskan untuk mendukung Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno.

Hal itu sesuai dengan keputusan partai yang mengusung Gus Ipul-Puti di Pilkada Jatim bersama PKB.

Baca juga:

Ikan Monster atau Ikan Arapaima GIgas Raksasa di Sungai Brantas Tertangkap dan Langsung Menghebohkan Warga

Beredar Video Curhatan Seorang Wanita yang Mengaku Ibu Barbie Kumalasari

Berstatus Siaga, Kilas Balik Terbentuknya Anak Gunung Krakatau

Seniman Madihin Asal Banjarmasin, John Tralala Meninggal Dunia Karena Sakit

Ia melanjutkan, Jokowi juga pernah mengundang dirinya dan pasangan calon Gus Ipul-Puti.

Dalam pertemuan tersebut, Basarah menyatakan, Jokowi memberikan arahan dan petunjuk untuk memenangkan Pilkada Jatim.

Setelah pertemuan itu, lanjut Basarah, mereka dan Jokowi langsung mengonsolidasikan dukungan dari seluruh relawan Jokowi yang ada di Jawa Timur untuk mendukung Gus Ipul-Puti.

“Dalam pembicaraan dengan kami pada waktu itu, Bapak Jokowi menjelaskan bahwa dia kecewa karena Khofifah meninggalkan jabatan Menteri Sosial sebelum berakhir masa jabatan dan secara tegas Jokowi menyatakan tidak pernah ada instruksi mendukung Khofifah,” kata Basarah melalui keterangan tertulis, Selasa (26/6/2018).

Ia menambahkan pernyataan Airlangga yang menyebut alasan Jokowi mendukung Khofifah karena telah membantu dalam Pilpres 2014 juga menafikan keberadaan PDI-P sebagai partai pengusung utama.

Ia menyatakan semestinya Airlangga menjaga kondusivitas hubungan antara Jokowi dan PDI-P jika Golkar loyal mendukung Jokowi di Pilpres 2019.

“Saya haqul yakin, Pak Jokowi adalah tokoh yang sangat menghormati Bung Karno, Bu Mega dan Pak Guntur Soekarno ayahnya Puti. Jadi tidak mungkin Jokowi tidak mendukung Puti dalam Pilgub Jatim,” tutue Basarah.

“Oleh karena itu seharusnya Airlangga meminta penjelasan ulang kepada Jokowi tentang siapa sebenarnya yang beliau dukung,” lanjut dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *