Dihukum Mandi Dengan Oli, Begini Kondisi Terakhir Sang Bocah

oleh

Iniberita.news – Disleman heboh terdengar kabar tentang seorang bocah yang dihukum mandi menggunaka oli bekas, bocah yang saat ini duduk di bangku SMP itu disuruh mandi dengan oli bekas dikarenakan dituduh mencuri sebuah onderdil motor.

Bocah laki-laki yang dihukum mandi oli bekas karena dituduh mencuri onderdil motor hari ini mendatangi Mapolres Sleman. Didampingi wali anak dan perwakilan karang taruna, bocah itu datang untuk dimintai keterangan petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak. Seperti apa kondisi bocah tersebut saat ini?

Pengamatan detikcom, raut wajah bocah pelajar kelas 2 SMP ini terlihat polos seperti anak-anak seusianya. Memakai kemeja dan celana panjang, dia datang bersama walinya, Sunardi (40) yang tak lain merupakan paman bocah tersebut, dan dua orang perwakilan Karang Taruna Banyeman.

Baca juga:

Kerja Bakti Digelar Saat Memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2018

GFriend Bercerita Beberapa Pengalaman Menarik Setelah Rilis Album Baru Berjudul ‘Time For The Moon Night’

Fakta Mengejutkan Tentang Pengakuan Keluarga Marsinah Sang Pejuang Hak Buruh

Berikut Beberapa Ciri-ciri Orang Dengan EQ yang Lemah

“Ya seperti ini kondisi anaknya, secara umum baik-baik saja setelah disuruh siram oli ke kepala dan badannya,” kata Sunardi, Selasa (1/5/2018).

Dari sisi kesehatannya setelah mandi oli, Sunardi mengaku keponakannya tidak mengeluh sakit. Semalam tim dari Polres Sleman telah melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi kesehatan sang bocah.”Tidak mengeluh sakit, kulitnya normal, tapi tidak tahu kalau dalam tubuhnya,” jelasnya.

Sunardi mengaku peristiwa mandi oli terjadi pada Kamis (26/4) siang. Saat itu sang bocah pergi dari rumahnya di Dusun Banyeman, Desa Bangunkerto menuju bengkel motor milik Arif Alfian (37) di Dusun Sangurejo, Desa Wonokerto, Kecamatan Turi. Saat itu dia naik motor bersama temannya untuk servis rantai motor.

“Saya sempat kaget dan terkejut, dia dibilang mencuri dan disuruh mandi oli oleh pemilik bengkel,” ungkap Sunardi.
sleman

Menurutnya, baru pertama ini keponakannya itu mengambil barang milik orang lain. Dalam kesehariannya, keponakannya itu tidak nakal.

“Pagi-siang sekolah, terus pulang, ya main sama temannya pas waktu luang. Dan malam ngaji di pondok. Jadi saya tidak menyangka seperti ini,” ujarnya.

Sunardi menjadi wali anak sejak 3 tahun lalu. Kedua orang tua keponakannya itu meninggal dunia pada 2015. Bapaknya lebih dulu meninggal setelah terjatuh dari pohon. Lalu ibunya menyusul meninggal kurang dari 100 hari karena penyakit kanker. Bocah itu anak tunggal, alias tidak memiliki kakak atau adik. Fdilansir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *