Beginilah Penjelasan Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin Soal Ledakan Bom Pasuruan

oleh

Iniberita.news – Lagi-lagi ledakan bom kembali mengguncang tanah air, kali ini ledakan bom terjadi di Pasuruan. Namun kali ini dikabarkan bahwa bom Pasuruhan berdaya ledak rendah.

Setelah kejadian tersebut, kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin langsung meninjau lokasi ledakan di lingkungan Pogar, Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Kamis (5/7/2018) sekira pukul 13.40 wib.

Kapolda dan rombongan langsung meninjau lokasi kejadian. Kapolda melihat sebentar lokasi ledakan di rumah milik Saprani, yang dikontrak Abdullah alias Awardi, warga Kecamatan Serang, Banten bersama istrinya, DR dan satu anak laki-laki.

Kepada wartawan, Kapolda mengatakan, kasus bom pasuruan memang tergolong bom tapi yang jenisnya low eksplosif. Jadi daya ledaknya tidak terlalu besar. Kejadiannya, kata dia, terjadi sekira pukul 11.30 wib. Awalnya, ada ledakan sekali dari dalam rumah. Mendengar ledakan ini, warga pun langsung datang ke rumah Abdullah.

Baca juga:

PPDB Jabar Untuk Jalur NHUN Resmi Dibuka, Ini Jadwal dan Perhitungan Skor nya

Reaksi Nagita Slavina Saat Raffi Ahmad Ungkap Ingin Punya Anak Lagi

Indonesian Movie Actors Award 2018 Sudah Digelar, Inilah Daftar Pemenangnya di Masing-masing Kategori

Kebakaran Hari Ini Melanda Gudang di Kampung Badan, 2 Orang Menjadi Korban – 8 Mobil Damkar Dikerahkan

 

“Di sana, warga melihat Abdullah, istrinya dan anaknya yang terluka. Warga mencium bau mesiu dan akhirnya memutuskan untuk keluar dari rumah pelaku,” kata Kapolda.

Tak lama, kata Kapolda terdengar ledakan kedua. Ledakan kedua, warga sudah ada di luar semua. Selanjutnya, pelaku keluar dan berusaha melarikan diri.

“Warga sudah menunggunya di luar. Pelaku menakuti warga dengan tas ranselnya. Pelaku sempat mengejar Kapolsek yang tiba di lokasi kejadian dan melempar kapolsek dengan tas ranselnya. Ledakan ketiga terjadi,” tambahnya.

Setelah gagal menyerang kapolsek, kata Kapolda, pelaku sudah masuk ke dalam dan mengambil sepeda motor. Selanjutnya dia melarikan diri. Sebelum meninggalkan lokasi, pelaku sempat mendapat tembakan dari warga yang menggunakan senapan angin.

Sayangnya, tembakan itu tidak membuat pelaku terjatuh dan tetap melarikan diri.

“Kami sudah mengantongi identitasnya dan ini masih dalam pengejaran,” imbuhnya.

Dijelaskannya, dari kejadian ini, satu orang terluka yakni anak laki-laki berusia 6 tahun. Dia mengalami luka di kedua kakinya. Dugaan kuat dia terkena ledakan pertama dan kedua.

“Sekarang dia masih dirawat intensif di RSUD Bangil. Sedangkan istri pelaku sudah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Pasuruan Bangil,” urainya.

Kapolda menjelaskan, dari pemeriksaan sementara, pelaku ini Abdullah tidak masuk dalam daftar jaringan terorisme.

Namun, dia terindikasi kuat menganut paham terorisme atau radikalisme. Hal itu dibuktikan dengan temuan tumpukan buku yang berisikan tentang paham radikal.

“Bukunya sangat banyak sekali. Nah ini masih kami kembangkan. Yang pasti, nama dia belum masuk daftar jaringan terorisme atau kelompok radikal dari manapun,” tandasnya. 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *