Beberapa Kebiasaan Gaya Hidup yang Tidak Sehat Ini Bisa pengaruhi Obesitas Pada Anak

oleh

Iniberita.news – Orangtua memegang peranan penting dalam melindungi keluarga dari diabetes. Orangtua sebaiknya juga memperhatikan faktor gaya hidup tidak sehat yang menjadi pemicu diabetes tipe 2, antara lain jumlah asupan energi yang berlebih, kebiasaan mengonsumsi jenis makanan dengan kepadatan energi yang tinggi (tinggi lemak dan gula, kurang serat).

Kemudian jadwal makan tidak teratur, tidak sarapan, kebiasaan mengemil, teknik pengolahan makanan yang salah yakni banyak menggunakan minyak, gula, dan santan kental.

“Makan sambil nonton TV atau kebablasan penggunaan gawai (smartphone) ternyata bias memicu diabetes pada anak,” kata Pelaksana Tugas Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Asjikin Iman Hidayat Dachlan di Jakarta akhir pekan lalu.

Baca juga:

Perihal Perkatan Tentang Amien Rais dari Din Syamsuddin dan Pakar Hukum Australia Diyakini Benar Menurut Tokoh NU

Komentar Sinis Ferdinand Hutahaean Saat Presiden Joko Widodo Bagi-bagi Amplop di Jalan

Elly Sugigi Konfirmasi Tentang Video dirinya yang Beredar di Media Sosial

Soal Pengemudi Ojek Online yang Kehilangan Kaki Setelah Ditabrak Model Cantik, Hotman Beri Nasehat Keras

 

Kondisi akan lebih parah, saat si anak kurang beraktivitas di luar ruangan, konsumsi makanan yang kurang sehat.

Untuk menghindari biasakan makan dengan keluarga, biasakan sarapan sehat, bawa bekal makanan sehat dan air putih dari rumah.

Bisa juga membatasi konsumsi makanan siap saji dan pangan olahan, jajanan, dan makanan selingan manis, asin, dan berlemak, perbanyak konsumsi sayur dan buah.

Sekretaris Jenderal Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) dr Em Yunir Sp.PD mengatakan seorang anak yang memiliki warisan genetik diabetes dari orang tuanya bisa mengidap diabetes di usia 30 tahun jika tidak menjalankan gaya hidup yang sehat.

Data dari International Diabetes Federation (IDF) tahun 2017 menunjukkan Indonesia negara keenam dengan penderita diabetes terbesar di dunia dengan jumlah 10,3 juta jiwa.

Jika tidak tertangani dengan baik, Badan Kesehatan Dunia (WHO) memproyeksikan angka kejadian diabetes di Indonesia bisa meningkat menjadi 21,3 juta jiwa pada 2030

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *