Beberapa Fakta Menarik Tentang Nining Sunarsih, Wanita yang Kembali Setelah Hilang 1.5 Tahun Karena Terseret Ombak di Pelabuhan Ratu

oleh

Iniberita.newsSebelumnya terdengar kabar mengejutkan tentang seorang wanita yang kembali ditemukan setelah sebelumnya telah menghilang selama 1.5 tahun terseret ombak di Pelabuhan Ratu. Wanita tersebut ditemukan dalam keadaan masih hidup di bibir pantai Pelabuhan Ratu.

Nama Nining Sunarsih, warga kampung Kampung Cibunar RT 05/02, Desa Gedepangrango, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi ini mendadak jadi perbincangan warga.

Janda dua anak itu ditemukan keluarganya setelah hilang terseret ombak selama 1,5 tahun di bibir pantai Pelabuhan Ratu, Sabtu (30/6/2018).

Baca juga:

Jadwal Perempat Final Piala Dunia 2018, Duel Seru Perebutan Tiket Semi-Final Piala Dunia 2018

Tragedi Kapal Tenggelam – KM Lestari Maju Berpenumpang 139 orang dan 48 Kendaraan Tenggelam di Perairan Slayer

Bruna Marquezine, Pacar Neymar yang Setia Mendukung Sang Kekasih

Gara-gara Keributan di Posko KM Sinar Bangun Oleh Ratna Sarumpaet, IG Atiqah Hasiholan dan Rio Dewanto Diserbu

Sontak saja, penemuan Nining Sunarsih itu bikin warga sekitar kampungnya kaget.

Pasalnya, Nining tak ditemukan sejak hilang terseret ombak pada awal tahun 2017 lalu.

Setelah 1,5 tahu menghilang, Nining pun ditemukan kembali oleh keluarganya dalam kondisi masih hidup.

Berikut ini fakta-fakta Nining yang hilang terseret ombak di Pelabuhan Ratu selama 1,5 tahun.

1. Kondisi Nining saat ditemukan

Adik Nining, Elah menceritakan bagaimana proses pencarian Nining Sunarsih di Pantai Citepus hingga ditemukan.

Awalnya, anggota keluarga yang berjumlah belasan menyebar di pantai tempat Nining hilang dan Elah lah yang pertama menemukan dengan menyadari pakaian uang dipakai Nining.

Saat ditemukan, kata Elah, Nining dalam keadaan terbaring di tengah ombak tepi pantai dengan posisi membelakangi laut pantai selatan.

Posisi tubuhnya itu, menurut Elah, sama ketika hilang yakni juga membelakangi lautan namun dalam posisi berdiri.

“Saat ditemukan, posisinya tergeletak, miring membelakangi laut, kepala udah penuh pasir, basah kuyup. Kata tetangga saat sebelum kecelakaan (hilang), pas ada ombak dia juga membelakangi laut, pas ombak ke sana lagi, dia udah gak ada,” ujar Elah kepada

Elah menuturkan bahwa saat ditemukan pun, Nining Sunarsih masih dalam keadaan memakai pakaian yang sama saat hilang termasuk kerudung dan juga sandal yang dipakai.

Sempat dipanggil, kata Elah, namun Nining tidak merespon malah hanya melongo.

2. Pengunjung pantai tak ada yang melihat

Selain itu, saat ditemukan, kata dia, warga seperti tak ada yang melihat atau menyadari meskipun saat itu pantai dalam keadaan ramai oleh pengunjung.

Bahkan ketika Nining dipapah oleh Elah dan ibunya ke dalam mobil, wisatawan pun seperti tak ada yang melihat.

“Gak ada (yang lihat) padahal di situ banyak orang, ada yang bakar ikan, di situ banyak, tapi gak ada satu pun yang nanya, orang diem-diem, kayak gak ngelihat,” katanya.

Kemudian, Nining Sunarsih pun dibawa pulang ke Kampung Cibunar, RT 05/02, Desa Gedepangrango, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi menggunakan mobil angkot.

Selama perjalanan di dalam mobil pun sempat dicoba untuk dibangunkan namun tetap tidak merespon.

3. Hilang 17 bulan

Nining awalnya dilaporkan tenggelam oleh adik kandungnya dan cucunya kepada tim SAR pada 8 Januari 2017 lalu di Pantai Citepus Kebon Kalapa sekitar pukul 09.00 WIB.

Selanjutnya tim SAR pun menemukan jasad wanita yang diduga korban Nining Sunarsih sepekan setelah kejadian.

Namun, saat itu keluarga menolak mengakui karena jenazah tersebut bukan Nining setelah dilihat dari ciri khusus pada korban.

4. Pakaian masih sama setelah 1,5 tahun

Nining Sunarsih ditemukan oleh keluarganya di bibir pantai tak jauh dari lokasi saat saat ia dinyatakan hilang dulu pada Sabtu (30/6/2018) malam.

Anehnya, saat ditemukan Nining masih memakai pakaian yang sama seperti saat ia dinyatakan hilang sekitar 17 bulan lalu ketika terseret ombak laut pantai selatan.

5. Mimpi minta dijemput

Penemuan Nining bukan hal yang tidak disengaja, rupanya keluarga yang nyaris putus asa mencari keberadaan Nining itu mendapat pesan lewat mimpi.

Wanda menceritakan, sang ibu berhasil ditemukan setelah Kakeknya bermimpi melihat ibunya ingin dijemput di Citepus Pelabuhan Ratu.

Karena meyakini Nining Sunarsih masih hidup, pihak keluarga pun kembali mendatangi lokasi dimana Nining hilang saat itu.

Tak disangka, rupanya benar saja Nining akhirnya diketemukan dalam kondisi masih hidup disekitar bibir pantai.

Menurut Wanda, ibunya ditemukan sekitar pukul 24.00 WIB.

6. Komunikasi dengan bahasa isyarat

Nining Sunarsih (53) yang ditemukan setelah 1,5 dikabarkan hanyut di Pelabuhan Ratu Sukabumi sudah bisa diajak komunikasi namun hanya dengan bahasa isyarat.

“Untuk saat ini komunikasi dengan pasien, tidak langsung secara verbal pasiennya, hanya mengangguk saja,” ujar Kepala Tim Keluhan dan Penanganan Keluhan dan Informasi, Wahyu Handriana, RS Syamsudin, Senin (2/7/2018).

7. Tak Nafsu Makan

Wahyu menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan pihaknya, Nining mengalami low intake atau tak mau makan sehingga tubuhnya menjadi emas.

Tidak hanya itu, Nining juga mengalami hipertensi.

“Pasien ini menderita low intake namanya, kekurangan makan terus disertai darahnya agak naik, hipertensi, tensinya agak naik sedikit,” kata Wahyu.

Namun, Nining Sunarsih saat ini kata dia, bisa minum dan makan walau pun makanan yang dia makan sangat sedikit.

Oleh karena itu, kata Wahyu, pihaknya akan memeriksa lebih lanjut terkait hal tersebut di ruang penyakit dalam.

“Kenapa gak mau makan, lebih diteliti lagi oleh dokter yang merawatnya, minum mau, sedikit-sedikit makan tadi saya lihat, mau, tapi memang sedikit sekali, nanti mungkin akan ditilai oleh dokter-dokter yang akan merawatnya. Pasiennya akan dirawat di ruangan penyakit dalam untuk diperiksa lebih lanjut,” ungkapnya.

8. Dokter tak temukan bekas tenggelam

Kepala Tim Keluhan dan Penanganan Keluhan dan Informasi, RSUD Syamsudin Wahyu Handriana mengatakan bahwa kondisi fisik Nining Sunarsih (53) masih dalam kondisi baik.

Di tubuh wanita yang kabarnya ditemukan di Pantai Pelabuhan Ratu setelah dikabarkan hilang dan hanyut 1,5 tahun lalu ini, kata dia, juga tidak ditemukan luka bekas tenggelam.

9. Riwayat penyakitnya hilang

“Tanda-tanda luka tenggelam, kita tidak temukan untuk hari ini, (ciaran di paru-paru) tidak ada, kita tidak temukan,” ujar Wahyu di RSUD Syamsudin, Senin (2/7/2018).

Selain itu, kata dia, Nining dikabarkan dari pihak keluarganya punya riwayat penyakit gula, namun berdasarkan hasil pemeriksaan pihaknya gulanya normal.

Hal itu dimungkinkan, kata Wahyu, disebabkan karena Nining enggan makan sesuatu.

“Kita kehilangan riwayat yang dahulunya menurut keluarga, kata beliau pernah sakit gula atau segala macem tapi hasil pemeriksaan saat ini gulanya normal, mungkin karena tadi, kurang makan,” ungkapnya.

10. Ditinggal suami sejak lama

Sebelum dikabarkan hilang terbawa ombak Pantai Palabuhan Ratu Sukabumi, Nining Sunarsih (53) dikenal aktif di Posyandu dan juga membantu masyarakat.

Sang adik, Elah (37), menceritakan bahwa Nining Sunarsih mempunyai dua putra, dan sejak lama sudah ditinggal wafat sang suami.

Bahkan kata Elah, Nining juga berprofesi sebagai guru di Paud (Pendidikan Usia Dini).

“Dulu mah dia sebelum hilang, celaka itu, dia sempat jadi guru Paud, terus jadi kader Posyandu, dia aktif, kalo ada yang melahirkan suka nolongin dibawa ke rumah sakit sama dia,” ujar Elah

Elah mengungkapkan bahwa bagian dari pekerjaan Nining juga mengurus tabungan warga dengan cara berkeliling rumah mencari warga yang hendak menabung.

Kemudian tabungan itu biasanya dibagikan ketika memasuki jelang hari raya dan juga menerima peminjaman uang dari tabungan tersebut.

“Dia kerjaan dulu tuh banyak orang yang nabung, cuman gak pada dateng ke rumah, dianya yang dateng ke rumah orang-orang itu, diambilnya gimana orangnya aja, misalnya kan lebaran dibagikan, kadang-kadang ada yang butuh, pinjem, tabungan warga,” katanya.

Sebelum dikabarkan hilang terbawa arus pantai Palabuhan Ratu, Elah menjelaskan bahwa tabungan warga yang Nining Sunarsih pegang pun kebetulan sudah dibagikan semuanya.

“Dia suka ke kecamatan ke desa gitu. Misalnya ada orang sakit gak punyak uang, minta urusin, dia yang urusin. (Permasalahan) Enggak, gak ada masalah sih, gak punya masalah biasa-biasa saja,” ungkapnya.